Atasi Permasalahan Sampah di Desa Sumberpetung, KSM-T Unisma Inisiasi Pembuatan Bank Sampah

Berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah yang berserakan, KSM-T Unisma Malang Kelompok 73

Agustus 26, 2023 - 14:00
Atasi Permasalahan Sampah di Desa Sumberpetung, KSM-T Unisma Inisiasi Pembuatan Bank Sampah

TIMESINDONESIA, MALANG – Berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah yang berserakan, KSM-T Unisma Malang Kelompok 73 menginisiasi pembuatan bank sampah. Pembuatan bank sampah ini merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan sampah di Desa Sumberpetung Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Kegiatan pembuatan bank sampah ini dilaksanakan di MTS Sultan Agung Sumberpetung, Kabupaten Malang, Selasa (21/08/2023). 

Sebagai tahap awal, KSM-T Unisma Kelompok 73 membuat 2 (dua) buah tempat sampah dari barang bekas yaitu drum cat tembok bekas. Tahap selanjutnya yaitu memberikan sosialisasi mengenai sampah organik dan sampah anorganik kepada siswa dan guru MTS Sultan Agung Sumberpetung sehingga mereka memahami dan dapat membedakan antara antara sampah organik dan sampah anorganik. Setelah diklasifikasikan baik sampah organik dan sampah anorganik, selanjutnya sampah dibuang pada tempat sampah yang sudah disediakan sesuai dengan jenis sampahnya.

Kegiatan ini sangat didukung oleh Kepala Sekolah MTS Sultan Agung Sumberpetung. “Kami mengajak seluruh siswa dan siswi di MTS Sultan Agung agar sadar akan kebersihan lingkungan, supaya terhindar dari adanya sarang nyamuk di lingkungan sekolah,” ujar Rohmadi, S.H.I., M.Pd.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan kepedulian terhadap sampah dan juga dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi sehingga dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna.

“Dengan memanfaatkan barang bekas akan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap sampah yang sudah tidak terpakai lagi kemudian bisa diolah menjadi barang yang bernilai dan bermanfaat,” tegas Reza, salah satu staf di MTS Sultan Agung Sumberpetung yang juga merasakan manfaat dari kegiatan ini.

Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Unisma Malang, Abdullah Syakur Novianto, S.E., M.M. menyampaikan bahwa barang bekas yang dibiarkan terkadang membuat lingkungan menjadi terlihat kurang nyaman. Di sisi lain, barang bekas bisa diubah menjadi peralatan yang bermanfaat serta pengolahan barang-barang berbahan dasar kertas juga bisa menyumbang bagi kelestarian bagi lingkungan hidup. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Avila Thio Nafra Agda Adila, Mahasiswa KSM-T Kelompok 73 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow