AS Mencekik Dunia, Eropa Mulai Gelisah dengan Bahan Bakar Jet

merika Serikat bersama Israel telah mencekik dunia dengan memerangi Iran dan blokadenya di Selat Hormuz, dan yang mulai gelisah adalah Eropa karena ada kekhawatiran persediaan bahan bakar jet.

April 16, 2026 - 21:03
AS Mencekik Dunia, Eropa Mulai Gelisah dengan Bahan Bakar Jet

JAKARTA - Amerika Serikat bersama Israel telah mencekik dunia dengan memerangi Iran dan blokadenya di Selat Hormuz, dan yang mulai gelisah adalah Eropa karena ada kekhawatiran persediaan bahan bakar jet tinggal enam minggu lagi.

Menurut kepala lembaga pengawas energi global, Eropa hanya memiliki persediaan bahan bakar jet selama enam minggu lagi sebelum benar-benar kekurangan yang akan terjadi akibat Amerika Serikat dan Israel Iran tanpa sebab.

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional, Fatih Birol mengatakan, akan ada pembatalan penerbangan "segera" jika pasokan minyak dari Timur Tengah tidak dipulihkan dalam beberapa minggu mendatang.

Birol mengatakan kepada AP, bahwa dampaknya akan berupa kenaikan harga bensin, kenaikan harga gas, dan kenaikan harga listrik. Ia juga menambahkan, bahwa beberapa bagian dunia akan terkena dampak lebih buruk daripada yang lain.

“Garis depan adalah negara-negara Asia yang bergantung pada energi dari Timur Tengah," katanya. Ia kemudian menyebut Jepang, Korea, India, China, Pakistan, dan Bangladesh.
“Kemudian akan sampai ke Eropa dan Amerika," tambahnya.

"Jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali, saya memberi tahu Anda, bahwa sebentar lagi kita akan mendengar kabar bahwa beberapa penerbangan dari kota A ke kota B mungkin akan dibatalkan akibat kekurangan bahan bakar jet,” katanya kepada AP seperti dilansir The Guardian.

EasyJet telah memperingatkan dampak terhadap keuntungan karena perang Iran memukul pemesanan dan harga bahan bakar.

Perilaku Amerika Serikat bersama Israel yang memerangi Iran telah menyebabkan kekacauan di pasar energi global sejak serangan pertama pada akhir Februari lalu.

Sebagai balasan, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur ekspor minyak yang vital dari Teluk.

Pekan lalu, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, tetapi pembicaraan untuk mengakhiri perang gagal pada akhir pekan. Pembicaraan tidak langsung yang dimediasi oleh Pakistan kini terus berlanjut.

Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, tetap lebih dari 30% lebih tinggi daripada sebelum perang. Kenaikan harga bensin yang pesat telah memberikan tekanan pada Presiden AS, Donald Trump.

Namun, belum terjadi kekurangan bahan bakar jet secara langsung karena pengiriman yang berangkat sebelum perang terus berdatangan. Tapi muatan terakhir kini telah sampai di Eropa.

Birol mengatakan Eropa mungkin hanya memiliki persediaan bahan bakar jet sekitar enam minggu lagi.

Komentarnya menambah pernyataan dari Airports Council International Europe, sebuah kelompok lobi yang pekan lalu menulis surat kepada komisioner energi dan transportasi Uni Eropa yang menyatakan bahwa blok tersebut hanya tinggal tiga minggu lagi akan mengalami kekurangan bahan bakar.

Menurut orang-orang di industri ini, bandara dan maskapai penerbangan biasanya memiliki persediaan bahan bakar sekitar enam minggu dalam kondisi normal.

Namun, perang AS bersama Israel terhadap Iran telah berlangsung cukup lama sehingga cadangan tambahan yang ada dalam sistem mulai habis, dan pemasok lain tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk mengganti pasokan yang datang melalui Teluk.

"Dahulu ada sebuah kelompok bernama Dire Straits," kata Birol. "Sekarang situasinya memang genting, dan ini akan berdampak besar pada perekonomian global. Dan semakin lama berlanjut, semakin buruk dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi dan inflasi di seluruh dunia," tambahnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow