Arema Bersatu Komplain Laga Arema vs Persebaya Tak Dapat Rekom Kepolisian
Puluhan aremania yang tergabung dalam Aremania Bersatu menyampaikan aspirasi ke DPRD Kabupaten Malang, Kamis (15/4/2026).
MALANG - Puluhan aremania yang tergabung dalam Aremania Bersatu menyampaikan aspirasi ke DPRD Kabupaten Malang, Kamis (15/4/2026).
Di hadapan beberapa anggota dewan, mereka menyampaikan beberapa hal terkait rencana laga derby Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya akhir April 2026 mendatang.
Audiensi dengan Aremania Bersatu ini dilakukan dengan tiga anggota DPRD, yang dipimpin Fakih Pilihan dari Fraksi Golkar. Turut pula menyambut aremania itu, Dofic Soroanggomo juga dari Fraksi Golkar, dan Abdulloh Aziz, angggota dewan dari PKS.
Juru bicara perwakilan Arema Bersatu Sudarmaji menyatakan, kedatangan aremania ini perwakilan mulai dari Korwil, anggota Presidium, dan komunitas yang lainnya.
"Ini kita sepakat sebagai aksi damai dan spontanitas. Kami ke sini merespons tidak ada rekom atau tidak diizinkan laga Arema vs Persebaya dari kepolisian. Terutama itu," kata Sudarmaji, sebelum dimulai audiensi.
Ia juga mempertanyakan saat rakor membicarakan keamanan ataupun dilakukan asesmen bersama Forkopimda Kabupaten Malang di Polres kemarin, tidak melibatkan semua perwakilan Aremania.
Juru bicara perwakilan Arema Bersatu Sudarmaji. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)
"(Pertimbangan) untuk rekomendasi pertandingan Arema lawan Persebaya pada 28 April dalam rakor kemarin, kenapa kami sebagai stakeholder utama ataupun masyarakat bola kok nggak dilibatkan? Kok nggak diundang? Nggak dihadirkan?," ungkap Sudarmaji dengan nada kecewa.
Padahal, sebagai perwakilan supporter Aremania, pihaknya merasa yang berkepentingan langsung, sebagai Aremania ataupun Arek Malang yang cinta bola.
Karena tidak dilibatkan, lanjutnya, akhirnya menimbulkan kecurigaan para Aremania.
"Itu apa memang setting-an supaya akhirnya rekom dikeluarkan tujuannya hanya untuk tidak siap. Karena tidak memanggil ataupun mengundang kami, yang selama ini membangun dengan susah payah agar dapat menjadi suporter yang bermartabat dan diakui," tandas Sudarmaji.
Ia juga menyebut, Aremania bersama panpel Arema FC sebelumnya telah melakukan konsolidasi dan membuat kesepakatan bersama terkait menjaga keamanan dan sportivitas dan lainnya, di Pendopo Panji Pemkab Malang belim lama ini.
Akan tetapi, menurutnya tidak dikeluarkan rekom pertandingan Arema vs Persebaya oleh Polres Malang bertentangan dengan kesepakatan bersama yang sudah dibuat tersebut.
"Ya, sangat bertentangan. Jangankan MoU di Pendopo Panji, kemarin itu di resto Inggil di hadapan Kapolda, statemen Kapolres dan yang namanya Gus Ro'is itu nggak seperti itu. Menerima. Kok sekarang di Polres tidak menerima?," tambah Ketua Korwil Tangkil Tajinan ini.
"Terhadap keputusan Forkopimda Malang ini sebagai bapak kami, sebagai penguasa wilayah, kami sangat menyayang hal tersebut," imbuh Sudarmaji.
Di depan anggota dewan yang menemui, Aremania Bersatu ini menyatakan berterima kasih sudah memfasilitasi pertemuan dengan teman-teman Aremania yang lain.
"Kami bersepakat untuk mengirim perwakilan dulu hari ini. Tetapi, kalau dalam hal ini nanti kami tidak dianggap ataupun tidak dipandang perlu apa yang kami sampaikan, maka kami ak datang lebih banyak," ungkapnya.
Sikap tersebut, kata Sudarmaji, bukan mengancam, melainkan karena ingin membuktikan bahwa Aremania kompak dan Aremania dapat dikendalikan.
"Kalau toh nanti ada oknum (yang melakukan kerusuhan), ya kita serahkan pada yang berwajib," tagasnya.
Dalam pengantarnya pada audiensi ini, Fakih Pilihan menyatakan, sebagai wakil rakyat pihaknya berkewajiban menerima apa yang menjadi aspirasi Aremania.
Namun demikian, kata Fakih, DPRD Kabupaten Malang, dalam konteks ini tetap harus mengedepankan sikap netral. (*)
Apa Reaksi Anda?