APBD Jateng Dipuji Kemenkeu, Ahmad Luthfi Beberkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkap strategi menjaga kinerja APBD tetap sehat di tengah tekanan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,89 persen dan kemiskinan terus menurun.

Juli 5, 2026 - 11:18
APBD Jateng Dipuji Kemenkeu, Ahmad Luthfi Beberkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi

MAGELANG - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah pada Semester I 2026 mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ruang fiskal yang terbatas, APBD Jawa Tengah dinilai tetap terjaga dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi pemerintah provinsi yang memprioritaskan belanja daerah pada program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"APBD harus kita gunakan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan," ujar Ahmad Luthfi saat ditemui di sela kegiatan Rupiah Borobudur Playon di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, alokasi anggaran difokuskan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan sektor-sektor produktif. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi Jawa Tengah tetap tumbuh meski menghadapi tantangan ekonomi global.

Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Di sisi lain, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp110,02 triliun, sedangkan pada triwulan I 2026 telah menembus sekitar Rp23 triliun.

Peningkatan investasi tersebut turut berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada triwulan I 2026, sekitar 92 ribu tenaga kerja berhasil terserap, dengan investasi yang masih didominasi sektor padat karya.

Selain itu, angka kemiskinan di Jawa Tengah juga menunjukkan tren penurunan, dari 9,58 persen menjadi 9,38 persen.

"Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, perbankan, hingga sektor swasta," kata Luthfi.

Ia menambahkan, masyarakat dan media massa juga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kritik dan masukan yang bersifat konstruktif menjadi bagian penting untuk memperbaiki kinerja pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi terhadap kinerja APBD Jawa Tengah saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang I pada Jumat (3/7/2026).

Purbaya menjelaskan, realisasi pendapatan daerah hingga Semester I 2026 telah mencapai 46,56 persen dari target yang ditetapkan atau tumbuh 13,33 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, realisasi belanja negara telah mencapai 52,06 persen dari target.

"Hal itu menunjukkan peran APBN yang tetap optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik," ujar Purbaya.

Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,89 persen mencerminkan ketahanan ekonomi daerah yang didukung oleh sektor industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang mendorong produktivitas masyarakat.

Menurut Purbaya, kondisi tersebut turut diperkuat oleh postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang semakin sehat seiring berkembangnya sektor industri di Jawa Tengah.

"Kami akan terus berkomitmen menjaga kesehatan fiskal, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, serta mendorong berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah," ucapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow