Viking Majalengka Sulap Nobar Persib Jadi Festival Rakyat, Hadirkan Seni Sunda hingga UMKM

Dengan sepak bola memiliki daya rekat sosial yang kuat, momentum pertandingan Persib pun dimanfaatkan untuk menciptakan ruang yang inklusif dan produktif.

Juli 28, 2026 - 23:03
Viking Majalengka Sulap Nobar Persib Jadi Festival Rakyat, Hadirkan Seni Sunda hingga UMKM
MAJALENGKA -

Riuh dukungan bobotoh tak lagi sekadar terdengar dari tribun stadion. Di Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, semangat cinta untuk Persib Bandung itu akan menjelma menjadi sebuah perayaan rakyat.

Komunitas Viking Majalengka akan menghadirkan Festival Nobar Persib Majalengka, Jumat, 31 Juli 2026 mendatang, sebuah konsep yang melampaui sekadar nonton bareng.

Sejak pukul 14.00 WIB, kawasan Saung Nganteur Kahayang akan berdenyut oleh ragam aktivitas. Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan hiruk-pikuk pengunjung, menghadirkan atmosfer kebersamaan yang hangat.

Puncaknya, ribuan pasang mata akan tertuju pada layar raksasa saat Persib Bandung menghadapi Tampines Rovers pada pukul 19.00 WIB. Berbeda dari nobar konvensional, festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara olahraga, budaya, dan ekonomi rakyat.

Di satu sisi, anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) menunjukkan bakatnya di hadapan publik. Di sisi lain, pentas seni tradisional Sunda Rancage menghidupkan kembali denyut budaya lokal di tengah modernitas.

Dentuman musik dari DJ performance berpadu dengan semarak festival UMKM dan kuliner lokal, menciptakan lanskap hiburan yang berlapis.

Pengunjung juga dapat menikmati panorama alam Saung Nganteur Kahayang hingga berfoto bersama domba hias Garut, simbol unik yang menambah daya tarik visual acara.

Penggagas kegiatan, anggota DPR RI asal Majalengka, Ateng Sutisna, menegaskan bahwa sepak bola memiliki daya rekat sosial yang kuat. Momentum pertandingan Persib, kata dia, dimanfaatkan untuk menciptakan ruang yang inklusif dan produktif.

"Festival ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi bagaimana sepak bola menjadi medium untuk mempertemukan masyarakat, memberi ruang bagi seni, serta mendorong pergerakan UMKM," ujarnya.

Ia berharap model kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh kolaborasi positif lintas elemen masyarakat, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi berkelanjutan.

Ketua Viking Majalengka, Babam Arturahman, menambahkan bahwa pihaknya ingin mengubah cara pandang terhadap nobar. Bukan lagi aktivitas pasif, melainkan pengalaman kolektif yang dimulai sejak siang hingga malam.

"Kami ingin Bobotoh datang lebih awal, menikmati hiburan, kuliner, hingga wisata alam, lalu bersama-sama mendukung Persib saat kick off dimulai," katanya.

Festival Nobar Persib di Kabupaten Majalengka terbuka untuk umum tanpa biaya. Panitia mengajak masyarakat luas untuk hadir dan merasakan atmosfer berbeda, di mana sepak bola, budaya, dan kebersamaan berpadu dalam satu panggung rakyat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow