Angkat Mutu SDM, Kemenag Kota Banjar Gelar Workshop 'Satu Menit yang Mengubah Nasib'
Kegiatan ini menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kota Banjar dengan harapan dapat mewujudkan madrasah yang unggul, ramah dan terintegrasi.
BANJAR - Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memperkuat ketahanan emosional para pendidik, Kemenag Kota Banjar menggelar workshop, Jumat (10/4/2026).
Workshop bertajuk 'Training One Minute Awareness sebagai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta KKM Kemenag Kota Banjar untuk menjadi insan di atas rata-rata' ini dilaksanakan di Aula MAN Kota Banjar.
Kegiatan ini menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kota Banjar dengan harapan dapat mewujudkan madrasah yang unggul, ramah dan terintegrasi.
Kepala Kemenag Kota Banjar, H Ahmad Fikri Firdaus, S.E, MM mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di wilayahnya.
"Transformasi madrasah menuju satuan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi menjadi prioritas utama saat ini," ungkapnya kepada TIMES Indonesia, Jumat (10/4/2026).
Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop peningkatan kapasitas bagi tenaga pendidik dan kependidikan.
Ahmad Fikri menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum krusial untuk membenahi mutu pendidikan di seluruh jenjang, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
"Kami berharap melalui workshop ini, ada peningkatan signifikan pada mutu tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Jika SDM-nya kuat, maka lembaganya pun akan ikut kuat dan berkualitas," ujarnya.
Selain fokus pada internal madrasah, Kepala Kemenag juga berharap madrasah di Kota Banjar mampu berdiri sejajar dan berkompetisi dengan lembaga pendidikan lainnya. Kunci dari persaingan tersebut adalah pemberian layanan terbaik kepada siswa dan orang tua.
"Target akhirnya adalah bagaimana kehadiran madrasah ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Banjar. Madrasah harus mampu memberikan dampak positif, melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap rendah hati secara spiritual," tambahnya.
Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Ogi Lesmana, S.H., S.Pd.I., M.Pd.I., menambahkan bahwa agenda ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi ekosistem birokrasi di Kementerian Agama.
Fokus pada Kecerdasan Emosional dan Spiritual
Menurut Dr. Ogi, materi utama dalam workshop ini adalah peningkatan Emotional Spiritual Quotient (ESQ). Tujuannya agar para tenaga pendidik memiliki ketangguhan diri dan kecerdasan emosional yang mumpuni.
"Kecerdasan emosional itu tumbuh dari kesadaran diri," ujar Dr. Ogi di sela-sela kegiatan.
"Melalui media workshop dan motivator ini, kami ingin menanamkan kesadaran serta ketulusan bagi para pendidik, khususnya ASN (PNS dan P3K), agar menjalankan tugas mereka bukan sekadar kewajiban, tapi didasari keikhlasan," imbuhnya.
Diikuti 193 Peserta dari Berbagai Tingkatan
Kegiatan ini diikuti oleh total 193 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan guru. Rinciannya meliputi 7 Kepala Madrasah (3 dari MIN, 3 dari MTsN, dan 1 dari MAN) kemudian 186 Tenaga Pendidik dari jenjang MI, MTs, hingga MA se-Kota Banjar.
Dr. Ogi menekankan bahwa partisipasi peserta bersifat mandiri demi pemenuhan kualitas personal.
"Secara kesadaran ini wajib, karena ini kebutuhan tiap pegawai untuk meningkatkan kualitas emosional birokrasi," tambahnya.
Dampak Bagi Siswa di Era Globalisasi
Lebih lanjut, Dr. Ogi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program terintegrasi untuk mendukung Asta Protas di lingkungan Kemenag.
Harapannya, motivasi yang didapat para guru dapat ditularkan langsung kepada siswa.
Dr Ogi menegaskan bahwa di era globalisasi, banyak siswa yang mulai kehilangan kepekaan sosial terhadap lingkungan dan keluarga.
"Melalui metode The Awareness Seven ini, guru diharapkan mampu membimbing siswa agar menjadi pribadi yang peduli pada diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sosialnya," jelasnya.
Fasilitas dan Peningkatan Karier
Selain mendapatkan materi dan konsumsi, para peserta juga mendapatkan sertifikat dengan bobot 30 Jam Pelajaran (JP).
Sertifikat ini memiliki nilai strategis bagi para ASN karena dapat digunakan sebagai angka kredit penunjang kenaikan jabatan.
Terkait anggaran, Dr. Ogi menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana secara mandiri melalui mekanisme swadaya atau "papatungan" dari para peserta.
"Hal ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pendidik di Kota Banjar untuk terus berkembang secara mandiri demi kemajuan dunia pendidikan madrasah," tutupnya. (*)
Apa Reaksi Anda?