Ahmad Luthfi Targetkan RSUD Margono Soekarjo Jadi Hub Kesehatan Banyumas Raya

Pemprov Jawa Tengah menargetkan RSUD Margono Soekarjo Purwokerto menjadi pusat layanan kesehatan Banyumas Raya dengan penguatan kolaborasi dan program dokter spesialis keliling.

Mei 17, 2026 - 18:31
Ahmad Luthfi Targetkan RSUD Margono Soekarjo Jadi Hub Kesehatan Banyumas Raya

BANYUMAS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menargetkan RSUD Margono Soekarjo Purwokerto menjadi pusat layanan kesehatan bagi wilayah Banyumas Raya. Penguatan peran rumah sakit tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau RSUD Margono Soekarjo di Kabupaten Banyumas, Minggu (17/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno.

Menurut Luthfi, RSUD Margono Soekarjo perlu memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi hingga rumah sakit pemerintah dan swasta di kabupaten/kota sekitar.

"Jadi hub-nya itu RSUD Margono Soekarjo, sedangkan rumah sakit di sekitarnya menjadi pendukungnya," kata Luthfi.

Ia menegaskan, pembangunan di Jawa Tengah menempatkan layanan dasar, termasuk kesehatan, sebagai salah satu prioritas utama.

"Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal paling dasar salah satunya adalah kesehatan, tentunya di samping faktor lain," ujarnya.

Karena itu, program dokter spesialis keliling (Speling) akan terus diperkuat. Program tersebut dinilai efektif dalam menghadirkan layanan kesehatan hingga ke wilayah pelosok desa. Dalam pelaksanaannya, kolaborasi antara RSUD Margono Soekarjo dan rumah sakit di wilayah sekitar dianggap penting untuk mendukung efektivitas program.

"Masyarakat di tingkat bawah atau desa lebih mengharapkan hadirnya dokter ke kampung. Saya ingin mendorong seluruh dokter spesialis untuk langsung bergerak tanpa harus menunggu instruksi gubernur atau kepala dinas, kemudian dilakukan evaluasi," tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Margono Soekarjo, Heri Dwi Purnomo, menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut saat ini memiliki 2.204 karyawan. Jumlah itu terdiri atas 154 dokter, 847 perawat dan bidan, 519 tenaga medis lainnya, serta 683 tenaga nonmedis.

Ia menambahkan, sejumlah layanan unggulan yang telah berjalan di RSUD Margono Soekarjo meliputi layanan bedah saraf, layanan jantung, layanan uronefrologi, serta layanan maternal.

Hingga April 2026, jumlah pasien yang dilayani mencapai 9.888 pasien instalasi gawat darurat (IGD), 134.632 pasien rawat jalan, dan 17.698 pasien rawat inap. Dari total tersebut, sekitar 38 persen merupakan pasien BPJS PBI, 55 persen BPJS non-PBI, 6 persen pasien umum, dan 1 persen kategori lainnya.

Berdasarkan asal wilayah pasien, sebanyak 42 persen berasal dari Banyumas, 16 persen dari Cilacap, 13 persen dari Purbalingga, 7 persen dari Banjarnegara, 6 persen dari Brebes, masing-masing 2 persen dari Kebumen dan Pemalang, masing-masing 1 persen dari Wonosobo dan Tegal, serta 8 persen dari daerah lainnya.

"Rata-rata kunjungan rawat jalan mencapai 1.432 pasien per hari," ujar Heri. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow