118 Hotel Disiapkan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Layanan Jemaah Haji Setara

Kemenhaj menyiapkan 118 hotel di Madinah untuk 103 ribu jemaah haji Indonesia dengan standar layanan yang dipastikan setara.

April 20, 2026 - 18:23
118 Hotel Disiapkan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Layanan Jemaah Haji Setara

JAKARTA - Kota Madinah Al Munawarah siap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia yang akan menjalani rangkaian ibadah haji. Kesiapan akomodasi menjadi salah satu faktor utama untuk memastikan jemaah dapat beristirahat dengan nyaman dan menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Sebanyak 103 ribu jemaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan tiba di Madinah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan 118 hotel yang tersebar di tiga wilayah utama, yakni Syamaliah (utara), Janubiyah (selatan), dan Gharbiyah (barat), dengan lokasi yang masih terjangkau dari Masjid Nabawi.

Perbedaan karakteristik hotel di Madinah, terutama dari sisi kapasitas kamar, menjadi tantangan dalam penempatan jemaah. Kapasitas hotel yang tidak selalu sebanding dengan jumlah jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) membuat penempatan harus disesuaikan.

Dalam kondisi tersebut, sebagian jemaah dalam satu kloter dimungkinkan menempati hotel yang berbeda. Namun, Kemenhaj memastikan seluruh layanan tetap diberikan secara setara tanpa perbedaan kualitas.

Zaenal MutaqinKasie Akomodasi Daker Madinah Zaenal Mutaqin. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Kasi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Mutaqin, menegaskan bahwa seluruh jemaah akan memperoleh layanan dengan standar yang sama.

“Seluruh layanan yang kita berikan kepada jemaah itu sama. Mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, hingga layanan ibadah seperti ziarah, semuanya sudah distandarkan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, standar layanan tersebut mencakup konsumsi, transportasi, pengangkutan koper, hingga program ibadah seperti city tour dan ziarah Raudhah, sehingga seluruh jemaah tetap mendapatkan pelayanan optimal.

Meski terdapat variasi kualitas hotel, mulai dari setara bintang tiga hingga sebagian mendekati bintang empat, hal itu tidak memengaruhi standar pelayanan yang diterima jemaah.

“Memang hotelnya berbeda, tetapi standar layanannya sama. Bahkan ada hotel dengan fasilitas mendekati haji khusus, meski jemaahnya reguler,” jelasnya.

Kemenhaj juga berupaya agar jemaah dalam satu keluarga, pasangan suami istri, serta jemaah lanjut usia (lansia) beserta pendampingnya tidak terpisah dalam penempatan hotel.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk selama berada di Madinah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow