114 Siswa SMAN 1 Cisayong Keracunan MBG, Operasional Dapur SPPG Dihentikan

Sebanyak 114 siswa SMAN 1 Cisayong, Tasikmalaya, mengalami gejala keracunan usai konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Operasional dapur SPPG kini dihentikan sementara untuk evaluasi.

April 12, 2026 - 11:31
114 Siswa SMAN 1 Cisayong Keracunan MBG, Operasional Dapur SPPG Dihentikan

TASIKMALAYA - Dugaan kasus keracunan makanan kembali mencuat dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak 114 pelajar SMAN 1 Cisayong dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG pada Rabu (8/4/2026).

Peristiwa ini menambah daftar kekhawatiran terhadap implementasi program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar. Gejala yang dialami para siswa bervariasi, mulai dari mual, muntah, pusing, hingga sesak napas.

Camat Cisayong, Ayi Mulyana, membenarkan adanya lonjakan jumlah siswa yang datang ke fasilitas kesehatan setelah kejadian tersebut. Dari total 114 siswa, sebanyak 15 orang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Cisayong.

“Sampai saat ini ada sekitar 15 siswa yang sempat dirawat, dan 11 di antaranya sudah diperbolehkan pulang,” ujar Ayi, Minggu (12/4/2026).

Kronologi dan Menu Makanan

Perwakilan sekolah melalui salah satu guru, Arip, mengungkapkan bahwa gejala mulai dirasakan beberapa jam setelah siswa mengonsumsi paket makanan MBG. Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi, sop ayam, tempe goreng, dan buah melon.

“Seluruhnya ada 114 siswa yang mengalami gejala, namun hanya sebagian yang harus dirawat di Puskesmas,” jelas Arip.

Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menceritakan, anaknya mulai mengeluhkan mual dan pusing pada malam hari setelah mengonsumsi makanan dari sekolah.

“Awalnya sekitar jam 11 malam di rumah anak saya mulai mual. Makan sayur sopnya kemarin siang. Banyak teman-temannya juga mengalami gejala yang sama,” ungkapnya.

Penyelidikan Polisi dan Sampel Laboratorium

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Cisayong bersama Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan mendalam. Polisi telah mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diuji di laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi.

Langkah ini diharapkan dapat mengungkap apakah keracunan disebabkan oleh faktor bahan makanan, proses pengolahan, atau pada saat distribusi.

Operasional Dapur Dihentikan Sementara

Merespons kejadian ini, Satgas Pengawasan Makanan Bergizi Gratis Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor. Ketua Satgas, Dr. H. Rubi Azhara, memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal.

“Pertama, kami memastikan korban ditangani dengan baik. Camat, Muspika, dan Puskesmas sebagai satgas wilayah diminta menangani kondisi ini seoptimal mungkin,” ungkap Rubi saat dihubungi TIMES Indonesia.

Selain itu, Satgas juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Hasilnya, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke SMAN 1 Cisayong kini resmi dihentikan sementara.

“BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG tersebut,” tegas Rubi.

Penghentian ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap keamanan pangan program MBG. Rubi menegaskan kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pengelola SPPG di wilayah Kabupaten Tasikmalaya agar lebih berhati-hati dalam menjaga kualitas sajian bagi pelajar. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow