Tasik Caving Community Aksi Clean Up Vertical Masjid Agung Tasikmalaya

Aksi Clean Up Vertical di Masjid Agung Kota Tasikmalaya melibatkan 250 peserta lintas komunitas, sekaligus menjadi sarana edukasi keselamatan kerja di ketinggian.

April 12, 2026 - 12:02
Tasik Caving Community Aksi Clean Up Vertical Masjid Agung Tasikmalaya

TASIKMALAYA - Kegiatan Clean Up Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dengan teknik vertical yang digelar Tasik Caving Community (TCC) berlangsung sukses, Minggu (12/4/2026). Aksi ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga menjadi sarana edukasi keselamatan kerja di ketinggian bagi pengurus masjid dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas komunitas di Kota Tasikmalaya. Sejumlah organisasi pecinta alam hingga berbagai komunitas lokal turut ambil bagian dalam aksi sosial tersebut. 

Sinergi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepedulian serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area tempat ibadah.

Sebanyak kurang lebih 250 peserta dari berbagai komunitas se-Kota Tasikmalaya ikut serta dalam kegiatan bakti sosial ini. Mereka melakukan pembersihan secara menyeluruh di berbagai area masjid, mulai dari kubah menggunakan teknik vertical, pelataran, toilet, hingga fasilitas ibadah lainnya.

Tiga orang relawan dengan menggunakan APD lengkap tengahSejumlah relawan saat melakukan apel persiapan sebelum melakukan aksi Clean Up Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (12/4/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Menariknya, seluruh peserta membawa perlengkapan masing-masing seperti sarung tangan, sapu, masker, hingga kemoceng. 

Hal ini menunjukkan kesiapan serta kemandirian para peserta dalam menjalankan aksi sosial secara gotong royong.

Ketua Pelaksana Clean Up Vertical, Nisan Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memperkenalkan teknik kerja aman di ketinggian kepada masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa pekerjaan di ketinggian memerlukan standar keselamatan khusus agar dapat dilakukan dengan aman dan profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, KH Muhammad Aminudin Bustomi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai aksi ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kebersihan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Selain masjid menjadi bersih, kami juga mendapatkan edukasi yang sangat bermanfaat,” katanya.

Sekretaris Jenderal TCC, Bambang Fitrah Rajil Falah, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen komunitas dalam mengedepankan aspek edukasi sekaligus aksi nyata di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Koordinator World Cleanup Day Tasikmalaya, Teguh Gusmatara, menyebut kegiatan ini sebagai contoh konkret sinergi komunitas dalam menjaga lingkungan.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pendiri Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI) Nasional, Eris Krismayanto yang juga bertindak sebagai Safety Officer Clean Up Vertical, menegaskan bahwa kampanye keselamatan kerja di ketinggian menjadi hal yang sangat penting.

Ia menjelaskan bahwa edukasi ini tidak hanya relevan bagi pegiat olahraga luar ruang, tetapi juga bagi pelaku usaha jasa konstruksi, instansi, hingga pemerintahan.

 Menurutnya, meskipun terdapat perbedaan antara peralatan teknik vertical, panjat tebing, dan standar pekerja industri, kegiatan ini justru menjadi ruang kolaborasi yang positif.

“Di sinilah kita bisa saling mendukung, saling mengenalkan, sekaligus berbagi pengetahuan. Edukasi tentang pentingnya keselamatan kerja di ketinggian harus terus digaungkan agar setiap aktivitas dapat dilakukan dengan aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pihak, tidak hanya pengurus masjid, tetapi juga masyarakat umum. 

Selain menjadi gerakan kebersihan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah edukasi berkelanjutan terkait keselamatan kerja serta memperkuat sinergi antar komunitas dalam menjaga lingkungan dan fasilitas publik.

Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, kegiatan Clean Up Vertical ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menginisiasi gerakan serupa. 

Tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga meningkatkan kesadaran keselamatan kerja serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow