Wisuda 118 Mahasiswa STIT Lakbok, Wamen Koperasi: Lulusan Harus Jadi Pemecah Masalah, Bukan Pengangguran Baru

Wisuda periode kedua STIT Lakbok: 118 mahasiswa resmi menyandang gelar S1, dihadiri Wamen Koperasi dan Sekda Ciamis, tekankan sinergi SDA-SDM dan peran strategis kampus Islam.

Mei 21, 2026 - 09:01
Wisuda 118 Mahasiswa STIT Lakbok, Wamen Koperasi: Lulusan Harus Jadi Pemecah Masalah, Bukan Pengangguran Baru

CIAMIS - Sebanyak 118 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Lakbok resmi menyandang gelar Sarjana (S1).

Prosesi wisuda periode kedua ini dikemas dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Kampus Dua STIT Lakbok, Desa Sidamulya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, pada Rabu (20/5/2026) Sore.

​Acara sakral tersebut berlangsung istimewa karena dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman Triyadi, serta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Para wisudawan periode ini berasal dari dua program studi (prodi) andalan, yaitu ​Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan ​Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

Ketua Pembina Yayasan STIT Lakbok, Ogi Lesmana, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran Wakil Menteri Koperasi.

Ia berharap momentum ini menjadi titik awal bagi STIT Lakbok untuk terus berkembang menjadi pilar utama pendidikan tinggi keagamaan di Ciamis.

​"Berkah, acara ini bisa dihadiri oleh Ibu Wamen. Semoga ke depan kami menjadi tonggak utama penyebaran sekolah tinggi ilmu tarbiyah di wilayah Kabupaten Ciamis," ujar Ogi di sela-sela acara.

​Wamen Koperasi: Selaraskan SDA dengan SDM Unggul

​Dalam sambutannya, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengaku takjub dengan potensi alam Kabupaten Ciamis. Namun, ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah tidak akan berdampak maksimal tanpa didukung oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

​Farida juga berpesan agar para lulusan tidak terjebak menjadi pengangguran baru yang membebani daerah, melainkan harus mampu menjadi agen pemecah masalah di tengah masyarakat.

​"Kampus itu tempat berproses, pintu sebagai jembatan. Keluar dari kampus masuk ke masyarakat untuk memberikan manfaat untuk dirinya, keluarganya, dan masyarakat. Agar wisuda saat ini tidak menjadi pengangguran baru, tidak menjadi beban baru bagi Pemkab Ciamis, karena sudah dibekali ilmu," tegas Farida.

​Pemkab Ciamis Apresiasi Peran Strategis STIT Lakbok
​Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Sekda Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menegaskan bahwa wisuda ini merupakan buah dari kerja keras, pengorbanan, dan doa para mahasiswa beserta orang tua.

​Andang mengakui peran strategis STIT Lakbok dalam mencetak SDM berkarakter Islami di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

​"Tantangan zaman saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, arus informasi yang begitu cepat, serta dinamika sosial menuntut generasi muda untuk berpikir kritis, adaptif, kreatif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama," kata Andang.

​Ia menambahkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari pengabdian yang nyata untuk masyarakat.

​"Di pundak saudara semua tersimpan harapan besar untuk ikut membangun Kabupaten Ciamis yang maju, mandiri, dan sejahtera. Saya percaya, lulusan STIT Lakbok memiliki kemampuan dan semangat untuk menjadi bagian dari perubahan positif," tambahnya.

​Di akhir prosesi, Sekda Ciamis mengajak seluruh civitas akademika STIT Lakbok untuk terus memacu kualitas pendidikan, berinovasi, dan memperluas kolaborasi.

Pemkab Ciamis berkomitmen akan terus mendukung kemajuan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing global. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow