Wisnu Arfian Ketua Umum Wapena 2024-2026

Dewan Musyawarah Warga Pengajian Austria (Wapena) menetapkan Dr Wisnu Arfian sebagai Ketua Wapena masa bhakti 2024 – 2026 melalui pemilihan secara musyawarah dan mufaka ...

Februari 6, 2024 - 07:00
Wisnu Arfian Ketua Umum Wapena 2024-2026

TIMESINDONESIA, BATU – Dewan Musyawarah Warga Pengajian Austria (Wapena) menetapkan Dr Wisnu Arfian sebagai Ketua Wapena masa bhakti 2024 – 2026 melalui pemilihan secara musyawarah dan mufakat yang dilaksanakan Minggu (4/2/2024) waktu Wina, Austria.

Lewat Keputusan Ketua Dewan Musyawarah Wapena, Sugeng Haryanto bersama dua belas anggota Dewan Musyawarah Wapena ini, Wisnu pun sah menggantikan Ketua Umum Periode sebelumnya (2021-2023), Arya Gunawan Usis. 

Sepekan sebelumnya, Arya sudah menyerahkan mandat yang diembannya kepada Dewan Musyawarah dalam acara laporan pertanggungjawaban yang berlangsung di masjid As-Salam Wapena, di Rauscherstrasse 7, Wina Austria, Minggu (28/01/2024).

“Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, amanah kepemimpinan baru Wapena 2024-2026 kami serahkan kepada Dr. Wisnu Arfian”, ucap Sugeng Haryanto.

Ia bersyukur dapat menyelesaikan tugas memimpin jalannya rapat dengan baik menyelesaikan dengan mulus proses estafet kepemimpinan, melalui musyawarah-mufakat yang dilaksanakan di malam yang bersuhu 11 derajat celcius ini.

Anggota-Wapena-a.jpg

Sugeng berharap, Ketua Umum terpilih diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam beberapa hari ke depan, terutama terkait dengan pesiapan rangkaian berbagai kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri yang akan dimulai di pekan kedua bulan Maret mendatang. 

Wisnu Arfian menyampaikan permohonan dukungan dari seluruh pihak dalam mengemban amanah.

“Innalillahi wa innaa ilaihi raaji’uun, ini merupakan amanah yang berat, mohon dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan niat mulia kita bersama yaitu memakmurkan masjid, mempererat tali silaturahim dan semakin menumbuhkan pemahaman masyarakat terhadap Islam yang mengandung nilai dasar yaitu rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam,” ucap pria yang biasa dipanggil Arfi, yang juga penggemar olahraga bulutangkis ini. 

Proses pemilihan melalui rapat Dewan Musyawarah ini merupakan sejarah baru bagi Wapena yang merupakan cikal-bakalnya sebagai organisasi Muslim Indonesia di Austria telah ada sejak sekitar 40 tahun silam. 

Langkah ini diprakarsai oleh kepengurusan periode sebelumnya, dengan menjadikan Dewan Musyawarah sebagai organ yang representatif, mewakili 6 (enam) simpul masyarakat Muslim Indonesia di Austria yaitu masyarakat umum (Sugeng Haryanto dan Dewi Figl), komunitas pekerja lembaga-lembaga internasional yang bermarkas di Wina (Hadid Subki dan Said Taufik), komunitas karyawan yang bekerja di lembaga nasional Austria (Fajar Juang dan Wisnu Arfian), kelompok mahasiswa (Lukmanul Hakim Zaini dan Adityo D. Sudagung), kelompok pengajian para ibu (Nining dan Khatijah), dan perwakilan masyarakat yang bermukim di luar kota Wina (Dini Dewi dan Endah Ebner).

Dalam pemilihan ini, Dewan Musyawarah mempertimbangkan dan membahas dua nama yang muncul sebagai calon Ketua Umum. Di samping Wisnu Arfian (peneliti pasca-doktoral di Universitas Boku, Austria), calon lainnya adalah Andi Ahmad Junirsah (karyawan Badan Tenaga Atom Internasional/IAEA di Wina). Kedua calon ini merupakan penggiat dakwah di kalangan masyarakat muslim Indonesia dan Asia Tenggara di Austria. 

Rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Musyawarah Wapena ini merupakan tindak lanjut dari acara musyawarah anggota Wapena yang berlangsung di hari Minggu, 28 Januari 2024, dengan agenda tunggal yaitu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus lama di hadapan seluruh  anggota. LPJ kepengurusan periode 2021-2023 diterima tanpa catatan oleh seluruh anggota.

Anggota-Wapena-b.jpg

Acara musyawarah anggota tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Austria, Slovenia, dan Organisasi2 Internasional di Wina, Dr. iur Damos Dumoli Agusman beserta istri, Ermita Sitorus, dan Wakil Duta Besar (DCM) Akio Alfiano Tamala beserta istri, Lieke R. Roesli.
Sekedar diketahui Wapena sebagai wadah komunitas Muslim Indonesia (dan juga Asia Tenggara) telah hadir sejak sekitar 40 tahun silam, dirintis oleh warga Muslim yang bekerja di KBRI Wina dan para diaspora Muslim Indonesia lainnya. 

Semula bernama Warga Pengajian Wina (Wapena), kemudian berubah menjadi Warga Pengajian Austria, seiring dengan bertambahnya anggota yang bermukim bukan hanya di Wina saja, juga di sejumlah kota lainnya di Austria. 

Di masa awal kehadirannya, seluruh kegiatan Wapena berlangsung setiap pekan di KBRI. Sejak awal tahun 2012, Wapena pindah ke satu ruangan bawah tanah di Malfattigasse No. 18, yang ditempati dengan cara menyewa. Sejak Januari 2022, Wapena berhasil memiliki masjid sendiri di Jalan Rauscherstrasse 7. Masjid ini diperoleh dengan cara membeli, menggunakan dana wakaf yang diperoleh selama beberapa tahun terakhir.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow