Waspada Pohon Tumbang! BMKG Peringatkan Angin Kencang Melanda Malang Raya hingga Akhir Juli

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Malang Raya.

Juli 24, 2026 - 15:32
Waspada Pohon Tumbang! BMKG Peringatkan Angin Kencang Melanda Malang Raya hingga Akhir Juli

MALANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Malang Raya, dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut berpotensi memicu pohon tumbang, baliho roboh, kerusakan atap rumah hingga gelombang tinggi di pesisir selatan.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Karangploso, Retno Wulandari mengatakan, angin kencang dipicu oleh kombinasi menguatnya angin muson timur atau monsun Australia dengan munculnya bibit siklon tropis di wilayah timur Filipina.

Menurutnya, kedua fenomena tersebut menyebabkan terjadinya tarikan massa udara yang berdampak pada meningkatnya kecepatan angin di wilayah Jawa Timur.

“Kombinasi menguatnya monsun Australia dan adanya bibit siklon tropis secara tidak langsung menarik massa udara. Akibatnya, kecepatan angin di wilayah Jawa Timur, termasuk Malang Raya, menjadi lebih kencang dari biasanya,” ujar Retno, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, kecepatan angin di wilayah Karangploso rata-rata mencapai sekitar 30 kilometer per jam. Sementara di kawasan Malang Selatan, terutama Kecamatan Pagelaran dan Kalipare, kecepatan angin dapat meningkat hingga 35 kilometer per jam.

Retno mengungkapkan, kondisi angin kencang berlangsung sepanjang hari, baik pada siang maupun malam hari. Selain berdampak di daratan, fenomena tersebut juga berpotensi memicu gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jawa Timur.

“Kondisi angin kencang ini terjadi sepanjang hari. Selain itu, angin kencang juga dapat menjadi salah satu pemicu gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa Timur,” ungkapnya.

BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlangsung hingga Senin, 27 Juli 2026. Karena itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun berada di sekitar pepohonan dan bangunan yang berpotensi terdampak angin.

Selain angin kencang, sebagian masyarakat juga merasakan suhu udara lebih dingin dibanding biasanya. Namun, Retno menegaskan kondisi tersebut merupakan fenomena yang normal pada puncak musim kemarau, khususnya selama Juli hingga Agustus.

Hal itu dipengaruhi oleh karakter angin monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering menuju wilayah Indonesia.

Meski demikian, berdasarkan catatan BMKG, suhu udara minimum di wilayah Karangploso saat ini mulai mengalami peningkatan dibanding awal Juli.

“Suhu dingin ini normal karena angin monsun Australia yang bersifat dingin dan kering sedang aktif. Dari pantauan kami, suhu udara sebenarnya sudah meningkat dibanding awal bulan,” jelasnya.

Ia menyebut, suhu minimum yang tercatat pada Jumat mencapai sekitar 18 derajat Celsius. Angka tersebut lebih tinggi dibanding awal Juli yang sempat berada di kisaran 14 hingga 15 derajat Celsius. Namun, embusan angin yang cukup kencang membuat suhu terasa lebih dingin di kulit.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi dampak cuaca tersebut. Risiko pohon tumbang, papan reklame roboh, maupun kerusakan atap rumah diperkirakan meningkat selama angin kencang masih berlangsung.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka karena kondisi udara yang kering dapat memperbesar risiko kebakaran lahan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, baliho maupun atap rumah yang dapat roboh akibat angin kencang. Hindari juga pembakaran terbuka karena dapat memicu kebakaran lahan,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow