Warga Keluhkan Listrik Padam Dua Hari di Pulau Raas saat Ramadan

Masyarakat kepulauan membutuhkan layanan listrik yang stabil, terutama pada bulan Ramadan ketika aktivitas malam meningkat.

Februari 21, 2026 - 22:30
Warga Keluhkan Listrik Padam Dua Hari di Pulau Raas saat Ramadan

SUMENEP Pemadaman listrik kembali terjadi di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, selama dua hari terakhir pada bulan Ramadan 2026. Listrik dilaporkan padam setelah waktu Magrib hingga tengah malam bahkan menjelang pagi.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena terjadi pada jam-jam pelaksanaan ibadah malam Ramadan.

Arsil Adhim, Warga Desa Karangnangka, mengatakan pemadaman berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Dua hari ini listrik mati tanpa adanya kendala yang jelas. Matinya pas setelah shalat Magrib sampai tengah malam bahkan sampai pagi,” ujar Arsil, Sabtu (21/2/2026) kepada TIMES Indonesia.

Menurutnya, pemadaman di malam hari berdampak langsung pada aktivitas warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Apalagi pas hari puasa, masyarakat banyak yang mengeluh karena malam sangat dibutuhkan untuk kegiatan shalat Tarawih, tadarus, dan persiapan sahur,” katanya.

Ia menyebut, kondisi serupa kerap terjadi setiap bulan Ramadan. Alasan yang sering disampaikan, kata Arsil, berkaitan dengan keterbatasan mesin pembangkit listrik.

“Sudah menjadi kebiasaan pada saat bulan Ramadan, dengan alasan mesin tidak kuat,” ujarnya.

Arsil berharap ada kejelasan informasi terkait penyebab pemadaman serta kepastian agar pasokan listrik kembali normal selama Ramadan.

“Kadang ada pemberitahuan, kadang tidak ada. Sementara dua malam ini tidak ada pemberitahuan, pas setelah shalat Magrib langsung mati,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sumenep Dapil VII Komisi I, Saipur Rahman, menyatakan telah menerima informasi terkait pemadaman listrik di Pulau Raas.

Ia mengatakan masyarakat kepulauan membutuhkan layanan listrik yang stabil, terutama pada bulan Ramadan ketika aktivitas malam meningkat.

“Di satu sisi kita dorong PLTD Raas agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Raas, apalagi ini bulan Ramadan di mana kebutuhan listrik meningkat pada malam hari,” ujarnya.

Saipur juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Pulau Raas yang tetap menunjukkan kepedulian terhadap kondisi kelistrikan di wilayahnya.

“Di sisi lain, kita juga mengapresiasi masyarakat yang ikut perhatian terhadap PTD Raas. Artinya masyarakat tidak hanya mengeluh, tetapi juga peduli dan berharap ada perbaikan,” katanya.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan pihak PLTD dapat ditingkatkan agar setiap gangguan yang terjadi dapat disampaikan secara terbuka.

“Kita berharap ada transparansi informasi. Jika memang ada kendala teknis, sebaiknya disampaikan agar masyarakat memahami situasinya,” ujarnya.

Hingga berita ini tayang, pihak PLTD Raas belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman listrik selama dua hari terakhir di Pulau Raas. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan TIMES Indonesia kepada pihak PLTD belum mendapatkan respons. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow