Jalan Letjen Mashudi Kota Tasikmalaya Jadi Lokasi Favorit Balap Liar Saat Ramadan
Balap liar di Jalan Letjen Mashudi Tasikmalaya pada awal Ramadan 1447 H resahkan warga. Polisi amankan remaja dan knalpot brong, patroli diperketat cegah aksi berulang.
TASIKMALAYA Suasana sore hari di bulan suci Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan penuh kekhusyukan justru ternodai oleh aksi balap liar. Jalan Letjen Mashudi, salah satu ruas jalan utama di Kota Tasikmalaya, kembali menjadi lokasi favorit aksi kebut-kebutan remaja pada awal Ramadan 1447 Hijriah/2026.
Pada Jumat (20/2/2026), sejumlah remaja terekam melakukan balap liar di sepanjang jalan tersebut. Aksi berbahaya itu berlangsung menjelang waktu berbuka puasa dan menyita perhatian warga yang tengah ngabuburit, menunggu azan magrib.
Deru knalpot brong yang memekakkan telinga serta laju kendaraan dengan kecepatan tinggi menimbulkan keresahan, terutama bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
Keresahan warga tak hanya dirasakan secara langsung, tetapi juga diluapkan melalui berbagai platform media sosial. Sejumlah unggahan di Instagram memperlihatkan aktivitas balap liar tersebut, disertai keluhan dan kekhawatiran masyarakat.
Warga menilai aksi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan pengendara lain serta para penonton yang memadati bahu jalan.
Terlebih, balap liar di bulan Ramadan kerap berulang setiap tahun, seolah menjadi agenda tahunan yang sulit diberantas jika tanpa pengawasan ketat.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, pihak kepolisian bergerak cepat. Aparat berhasil membubarkan aksi balap liar tersebut dan mengamankan beberapa remaja beserta kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong.
Langkah tegas ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas, khususnya di bulan suci Ramadan yang rawan dimanfaatkan untuk aksi-aksi serupa.
Guna mencegah kejadian serupa kembali terulang dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, petugas kepolisian dari Satlantas Polres Tasikmalaya Kota bersama Polsek setempat menggelar penjagaan dan patroli intensif.
Patroli tersebut dilakukan pada Sabtu (21/2/2026) sore dengan menyisir sepanjang ruas Jalan Letjen Mashudi yang kerap dijadikan arena balap liar. Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, mengatakan pihaknya menerjunkan puluhan personel untuk memantau situasi di lapangan.
“Sebanyak 70 anggota kita terjunkan untuk memantau situasi di sepanjang jalan yang sering digunakan balap liar. Alhamdulillah, untuk hari ini tidak terpantau adanya kerumunan anak muda yang akan melakukan balap liar, karena situasi dan kondisi cuaca hujan,” ujar AKP Riki, Sabtu (21/2/2026)
Meski situasi terpantau kondusif, AKP Riki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku balap liar.
“Tentunya akan kita laksanakan penindakan. Kendaraan yang tidak sesuai akan kita tindak sesuai aturan, dan untuk pelanggaran lain akan kita serahkan ke Reskrim,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat ataupun menonton aksi balap liar karena berpotensi memicu kerumunan dan membahayakan keselamatan. “Kami imbau kepada warga jangan mau menonton. Jika ada yang melakukan aksi balap liar, tolong segera laporkan. Karena itu sangat mengganggu kamtibmas dan kamseltibcarlantas,” ungkapnya.
Sementara itu, Bambang (49), salah seorang warga sekitar Jalan Letjen Mashudi, membenarkan bahwa aksi balap liar memang kerap terjadi setiap awal Ramadan. Ia mengaku resah melihat perilaku para remaja yang dinilainya sangat membahayakan.
“Duh ieu ngabahayakeun, nyiar-nyiar picilakaeun, mengganggu batur. Di sini mah tiap tahun kalau bulan puasa sok aya balapan,” ucap Bambang dengan nada kesal.
Bambang berharap pihak kepolisian dapat memperketat pengamanan, terutama pada sore hingga malam hari selama bulan Ramadan. “Kalau bisa mah dijaga terus seperti ini. Kalau ada yang bandel, tolong ditindak tegas biar kapok,” tandasnya.
Fenomena balap liar di bulan Ramadan menurut Bambang harus menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama.
Peran aktif masyarakat dalam melaporkan aksi berbahaya, serta ketegasan aparat kepolisian, menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana Ramadan yang aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan di Kota Tasikmalaya.
"Dengan pengawasan bersama yang konsisten serta kesadaran bersama saya harap Jalan Letjen Mashudi tidak lagi dikenal sebagai arena balap liar, melainkan menjadi ruang publik yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?