Warga Gunungkidul Girang Dapat Program Pemasangan Listrik Gratis

Sebanyak 1.003 rumah tangga di Kabupaten Gunungkidul, DIY, mendapatkan Bantuan Pasang Baru Listrik ... ... ...

November 30, 2023 - 08:00
Warga Gunungkidul Girang Dapat Program Pemasangan Listrik Gratis

TIMESINDONESIA, GUNUNGKIDUL – Sebanyak 1.003 rumah tangga di Kabupaten Gunungkidul, DIY, mendapatkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Peresmian dan penyalaan pertama program BPBL yang merupakan sinergi dengan Komisi VII DPR RI itu dilaksanakan pada Rabu (29/11/2023) di Balai Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Koordinator Rencana dan Laporan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Nur Hidayanto mengatakan bahwa program BPBL di DIY menyasar total ada 2.000 rumah tangga yang tersebar di Bantul, Kulonprogo, Sleman dan Gunungkidul.

PLN-2.jpg

Program ini tentu dapat menambah jumlah pelanggan PLN dan diharapkan dapat mengurangi susut jaringan dari penarikan sambungan dari tetangga yang tidak sesuai dengan ketentuan.

"Sambungan listrik yang tidak sesuai dengan kaidah keselamatan ketenagalistrikan sangat berbahaya, sehingga hal ini diharapkan menekan potensi tersebut," ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman  mengungkapkan bahwa bantuan pasang baru listrik di tahun sebelumnya sebesar 450 VA masih menyebabkan listrik sering 'jeglek', namun untuk tahun ini bertambah menjadi 900 VA.

Sehingga hal itu sudah tidak terjadi lagi, bahkan dengan penambahan daya yang cukup maksimal ini dapat membantu meningkatkan perekonomian penerima manfaat program BPBL.

"Tadi kita tes, program ini selain untuk penerangan juga untuk usaha seperti bengkel dan usaha lain. Ini nanti akan terus kita pacu,  untuk pengembangan usahanya, untuk industrinya akan kita bantu. Mudah mudahan program ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta mengurangi kemiskinan dan pengangguran," tandas Gandung Pardiman.

General Manager PT PLN (Persero) M. Soffin Hadi mengatakan bahwa calon penerima program BPBL ini harus Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

Selain itu, penerima manfaat berdomisili di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta berdasarkan hasil validasi rumah tangga.

“Program BPBL ini dalam rangka melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, salah seorang kita harus menyiapkan ketersediaan dan ketercukupan energi dan elektrifikasi bagi keluarga miskin ekstrem,” ungkapnya.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto menyampaikan ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM yang bersinergi dengan Komisi VII DPR RI terutama melalui aspirasi Gandung Pardiman. Sehingga, 1003 rumah tangga miskin di Bumi Handayani saat ini merasakan kebahagiaan karena rumahnya telah terpasang listrik yang diperoleh secara cuma cuma alias gratis.

"Alhamdulillah di kabupaten Gunungkidul terdapat 1.003 pemasangan listrik baru. Dan ini tentu menjadi bagian upaya pemerintah sinergi dengan komisi VII, dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan," katanya.

Ia berharap ke depan program BPBL terus berlanjut dan dapat menyasar warga lebih banyak lagi.

Salah seorang penerima manfaat program BPBL, Sutono (44) mengaku sangat senang dan bersyukur atas bantuan pasang listrik gratis yang diberikan oleh pemerintah.

Pria yang bermukim di Padukuhan Blimbing, Kalurahan Karangrejek, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian ini mengaku sebelumnya menyalur listrik dari rumah tetangga. Kini setelah memiliki listrik sendiri selain dipergunakan untuk penerangan, dirinya juga berniat akan berjualan es.

"Dulu nyambung dengan biaya Rp20.000 untuk 3 hari, sekarang ada listrik sendiri bisa buat usaha sendiri dirumah dan tentunya bisa mengatur pemakaian listrik," tuturnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow