Wamendikdasmen: Sekolah Rakyat Strategi Pendidikan Putus Kemiskinan

Program Sekolah Rakyat jadi strategi pemerintah menekan kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi kelompok rentan dengan fokus pada peningkatan kualitas guru.

April 13, 2026 - 16:30
Wamendikdasmen: Sekolah Rakyat Strategi Pendidikan Putus Kemiskinan

MALANG - Di tengah upaya pemerintah menekan angka kemiskinan struktural, program Sekolah Rakyat muncul sebagai intervensi strategis yang tidak hanya berfokus pada akses pendidikan, tetapi juga kualitas pembelajaran. Inisiatif yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini diarahkan untuk menjangkau kelompok masyarakat paling rentan, khususnya desil satu dan dua, yang selama ini kerap terpinggirkan dalam sistem pendidikan formal.

Pendekatan tersebut menandai pergeseran paradigma, di mana pendidikan bagi kelompok miskin tidak lagi sekadar soal “masuk sekolah”, tetapi juga bagaimana memastikan mereka memperoleh pengalaman belajar yang setara dan bermutu.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa kualitas guru menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 16 Lombok Barat, ia menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dibangun di atas fondasi tenaga pendidik yang kompeten.

“Sekolah Rakyat hadir ditopang oleh guru-guru yang berkualitas agar anak-anak mendapat pembelajaran terbaik,” ujarnya.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti, penguatan kapasitas guru terus dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan. Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah, termasuk Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, menjadi ujung tombak dalam menjaga standar mutu pembelajaran.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa investasi pemerintah tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia pendidikan, yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pendidikan nasional.

Sinergi Lintas Kementerian dan Daerah

Lebih lanjut, implementasi Sekolah Rakyat juga mengandalkan sinergi lintas sektor. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkolaborasi dengan Kementerian Sosial yang turut mengelola operasional sekolah, termasuk fasilitas seperti asrama.

Fajar menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar program tidak berjalan parsial. “Kami memastikan pembinaan guru berjalan optimal dan sinergi antarpemerintah di daerah tetap terjaga, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” katanya.

Model kolaborasi ini menjadi penting mengingat tantangan pendidikan di kelompok miskin tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Sekolah Gratis, Harapan Baru bagi Siswa

Dari sisi penerima manfaat, dampak program mulai terasa. Para siswa mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang sebelumnya sulit diakses, mulai dari pendidikan gratis, fasilitas memadai, hingga lingkungan belajar yang suportif.

Dalam dialog bersama Wamen, sejumlah siswa menyampaikan aspirasi yang mencerminkan perubahan cara pandang. Ada yang ingin membanggakan orang tua, ada pula yang bercita-cita membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi.

Salah satu siswa bahkan menyampaikan apresiasi kepada Presiden. “Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Semoga sehat selalu dan sukses,” ucapnya.

Pernyataan ini menggambarkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat miskin.

Instrumen Memutus Rantai Kemiskinan

Kepala sekolah, Irwandi, menyebut kunjungan pemerintah pusat menjadi dorongan moral bagi guru dan siswa untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Di sisi lain, pemerintah melihat Sekolah Rakyat sebagai instrumen jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan memberikan akses pendidikan berkualitas sejak dini, peluang mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan meningkat signifikan.

“Anak-anak di Sekolah Rakyat mendapat kesempatan yang sangat baik dari negara. Karena itu, belajarlah sungguh-sungguh dan raih cita-cita setinggi mungkin,” tutur Fajar.

Dalam konteks pembangunan nasional, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan bagian dari strategi besar menciptakan keadilan sosial, di mana setiap anak tanpa memandang latar belakang ekonomi memiliki peluang yang sama untuk berhasil.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow