Atap Kantor Kelurahan Muktisari Jebol, Dinas PUTR Kota Banjar Tak Punya Anggaran Rehab
Kerusakan berat pada bagian atap memaksa pihak kelurahan mengosongkan lantai dua dan memindahkan seluruh aktivitas pelayanan warga ke area lantai satu selama dua bulan terakhir.
BANJAR - Kondisi bangunan Kantor Kelurahan Muktisari, Kota Banjar, kini dalam keadaan memprihatinkan.
Kerusakan berat pada bagian atap memaksa pihak kelurahan mengosongkan lantai dua dan memindahkan seluruh aktivitas pelayanan warga ke area lantai satu selama dua bulan terakhir.
Lurah Muktisari, Yeni Irnawati, mengungkapkan bahwa kerusakan atap yang keropos menyebabkan kebocoran hebat setiap kali hujan turun. Hal ini tidak hanya mengancam keamanan staf yang bertugas, tetapi juga menghambat pelayanan masyarakat.
"Kondisi atap sudah sangat keropos. Kalau hujan, air mengalir deras ke tangga hingga ke ruang pelayanan di bawah," ujar Yeni saat dikonfirmasi, Senin, (13/4/2026).
"Kami terpaksa mengosongkan lantai dua, termasuk ruang lurah, sekretaris lurah, dan bendahara barang, karena takut atapnya ambruk dan plafon yang sudah jebol membahayakan," imbuhnya.
Yeni mengaku sudah berupaya mengajukan permohonan perbaikan melalui surat resmi kepada Wali Kota Banjar dan telah ditindaklanjuti dengan disposisi ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun, hingga saat ini belum ada kepastian anggaran untuk perbaikan tersebut.
Dinas PUTR: Usulan Sudah Masuk Prioritas
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kota Banjar, Mustolih pun angkat bicara terkait kondisi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah memasukkan usulan rehabilitasi gedung kantor kelurahan, termasuk Kelurahan Muktisari, ke dalam program prioritas yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kami sudah melakukan survei, menggambar desain, hingga menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kebutuhan rehabilitasi. Memang dari sembilan kelurahan yang mengusulkan, Muktisari menjadi salah satu yang paling mendesak karena kerusakannya paling parah," jelasnya.
Mustolih menambahkan, seluruh persyaratan administrasi seperti IMB dan izin lingkungan telah dipenuhi dan diajukan melalui Bappeda.
Saat ini, pihaknya sedang berupaya menjadwalkan pertemuan koordinasi antara pihak Kelurahan, Dinas PUTR, dan Bappeda untuk mencari solusi terbaik, terutama jika usulan ke provinsi belum bisa terakomodasi dalam waktu dekat.
"Kami sedang mencari celah dan solusi terbaik. Rencananya kami akan segera melakukan pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya jika usulan tersebut terkendala di sistem atau anggaran," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kota Banjar, Agus Saripudin, menyatakan dukungannya terhadap perjuangan pihak kelurahan. Ia mengakui bahwa kondisi kantor kelurahan tersebut memang membutuhkan penanganan mendesak.
"Kami terus berupaya memperjuangkan ini. Jika memang anggaran di kota tidak tersedia tahun ini, kita akan terus kawal agar kebutuhan mendesak ini segera mendapat kepastian solusi," tegas Agus.
Meski harus bekerja dengan keterbatasan ruang di lantai satu, Lurah Muktisari memastikan bahwa pelayanan kepada warga tetap berjalan, meskipun diakui kondisi saat hujan sangat tidak ideal.
Warga diharapkan bersabar sambil menunggu proses perbaikan yang sedang diupayakan pemerintah daerah. (*)
Apa Reaksi Anda?