Wamen Dikdasmen Temukan Dampak Positif MBG terhadap Kesehatan Siswa di Makassar
Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyebut program makan bergizi gratis (MBG) berkontribusi pada penurunan gejala anemia ringan berdasarkan temuan di sekolah di Makassar.
MAKASSAR - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyatakan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan motivasi belajar, tetapi juga berkontribusi terhadap perbaikan kesehatan siswa.
Hal tersebut disampaikan Fajar saat meninjau pelaksanaan MBG dan berdialog dengan siswa serta petugas puskesmas di SMA Wahdah Islamiyah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Fajar menerima sejumlah masukan dari siswa, terutama terkait variasi menu makanan. Siswa mengusulkan agar porsi sayur dan buah diperbanyak serta menu dibuat lebih beragam.
“Para murid menyarankan agar sayur dan buah diperbanyak serta variasinya ditingkatkan. Masukan ini akan kami sampaikan kepada pihak terkait untuk peningkatan layanan MBG,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, hingga saat ini pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut berjalan tanpa kendala berarti. “Sejauh ini tidak ada masalah, tidak ada kasus keracunan, dan para siswa merasa terbantu dengan program ini,” katanya.
Selain meninjau pelaksanaan MBG, Fajar juga melihat langsung kondisi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan oleh petugas puskesmas. Ia menilai kolaborasi antara sekolah dan puskesmas berjalan baik dalam menangani kesehatan siswa.
Berdasarkan keterangan petugas puskesmas, program MBG disebut memiliki keterkaitan dengan penurunan gejala anemia ringan di kalangan siswa.
“Sebelum ada MBG, cukup banyak siswa yang mengalami gejala anemia ringan. Setelah program berjalan, ditemukan adanya korelasi dengan penurunan gejala tersebut,” ungkap Fajar mengutip keterangan petugas kesehatan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa temuan tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan hubungan kausal secara komprehensif.
Di sisi lain, Fajar juga menyoroti pemanfaatan papan interaktif digital (PID) dalam proses pembelajaran. Menurutnya, kehadiran perangkat tersebut membuat pembelajaran lebih interaktif dan meningkatkan minat belajar siswa.
“Dengan PID, pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan menarik. Siswa juga berharap jumlahnya dapat ditambah,” ujarnya.
Fajar menyebut pemerintah berkomitmen menambah fasilitas PID, khususnya di sekolah dengan jumlah siswa yang besar.
Sebelumnya, dalam rangkaian kunjungannya ke Sulawesi Selatan, Fajar juga meresmikan revitalisasi TK ‘Aisyiyah 1 di Kota Makassar. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintah di bidang pendidikan berjalan optimal di daerah.
“Kami ingin setiap kebijakan tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga terimplementasi dengan baik dan terukur di lapangan,” kata Fajar. (*)
Apa Reaksi Anda?