Unisma Sajikan Pameran Produk Karakter Unggul di Acara Program INOVASI

Dalam rangka penyebarluasan program literasi, numerasi dan penguatan karakter unggul INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) menyelenggarakan kegiatan “Kemitraan ...

Agustus 25, 2023 - 14:30
Unisma Sajikan Pameran Produk Karakter Unggul di Acara Program INOVASI

TIMESINDONESIA, MALANG – Dalam rangka penyebarluasan program literasi, numerasi dan penguatan karakter unggul INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) menyelenggarakan kegiatan “Kemitraan Pendidikan untuk Berkelanjutan di Jawa Timur” di Mahameru Ballroom Hotel Aria Gajayana Malang. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis pada tanggal 23-24 Agustus 2023.

Program INOVASI merupakan kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia , menghadirkan forum penting ini sebagai bagian dari upaya mereka untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Program ini telah bermitra dengan empat universitas di Jawa Timur, yaitu Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan Universitas Islam Malang.

Program INOVASI di Indonesia berfokus pada kemitraan dengan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Selain itu, program ini juga melibatkan berbagai mitra di tingkat daerah, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Salah satu sorotan utama dari kegiatan ini adalah pameran mitra inovasi dari Jawa Timur. Pameran tersebut menampilkan berbagai produk inovatif dari para mitra, salah satunya adalah Universitas Islam Malang (Unisma).

Program studi pendidikan anak usia dini (PIAUD) FAI UNISMA turut serta dalam pameran ini dengan menghadirkan pameran gelar karya produk Karakter Unggul.

Pelaksanaan program kemitraan ini dimulai dengan bedah modul karakter UNAIR, kemudian dilanjutkan dengan Workshop adaptasi modul karakter dengan mempertimbangkan konteks lingkungan dan perkuliahan di UNISMA Malang (Nilai Aswaja), khususnya di prodi PGMI dan PIAUD.

Penyusunan pada program ini terdiri dari tim PKU (Penguatan Karakter Unggul), seluruh pimpiman FAI dan Prodi yang menghasilkan satgas PPKS (Pencegahan Penanggulangan Kekerasan Seksual) dan agen anti perundungan.

Produk yang dihasilkan oleh tim PKU sendiri, yaitu buku saku, pimpinan FAI dan prodi menghasilkan kebijakan SK Dekan dan tim, satgas PPKS menghasilkan buku saku dan agen anti perundungan menghasilkam stiker yang berisi kata-kata anti bullying.

Selain itu, terdapat kesan dan pesan yang ditempelkan di dinding atau di lingkungan perkuliahan untuk memperkuat ekosistem positif agar tidak terjadi perundungan.

“Kami ingin memperkuat karakter mahasiswa menjadi mahasiswa yang kritis, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan memiliki nilai toleransi. Karakter unggul yang kita kembangkan ada 3, yaitu berpikir kritis, komunikasi dan tasamuh atau toleransi,” terang Indhra Musthofa, Tim Program Penguatan Karakter Unggul Fakultas Agama Islam Unisma, Kamis (24/8/2023).

Lebih lanjut mengenai hal ini, Indhra Musthofa yang juga merupakan Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI UNISMA, menekankan bahwa UNISMA fokus mengembangkan karakter unggul. Karakter unggul yang dikembangkan dari pendampingan INOVASI dan pendampingan UNAIR. Kerjasama ini telah menghasilkan adaptasi Modul Pendidikan Karakter Profil Pelajar Pancasila Berbasis Nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) sekaligus penerapannya di kalangan sivitas akademikan UNISMA Malang dan kemudian modul ini diberi nama "Modul Penguatan Karakter Unggul (PKU) FAI UNISMA".

Dalam penguatan karakter dimulai dari tim lalu disosialisasikan ke dosen-dosen khusunya di prodi PGMI dan PIAUD. Penguatan karakter ini sudah diimplementasikan oleh dosen di kelas waktu kegiatan perkuliahan pada siswa. Selain itu, siswa juga sudah merasakan dampaknya lalu dipraktekan juga di sekolah-sekolah.

“Dalam penguatan karakter memang tidak mudah, butuh waktu, konsistensi, komitmen bersama dan butuh keinginan, sehingga kami butuh pendampingan dan monitoring terus menerus agar efektif dan maksimal,” ucap Indhra Musthofa kepada TIMES Indonesia.

Dilihat dari karakter siswa mengalami peningkatan, siswa lebih berpikir kritis dan toleransi dalam hal apapun. Dari hal itu harapannya agar diimplementasikan pada program-program yang dirancang fakultas. Selain itu, ingin diinformasikan kepada warga UNISMA atau khalayak umum di tingkat pendidikan. (d)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow