UMBY Gelar International Guest Lecturer, Bahas Kurikulum Adaptif dan Penguatan Karakter Mahasiswa

Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kegiatan International Guest Lecturer bertajuk Best Practice Sharing: Rethinking Curriculum Design in Higher Education, Senin (11/5/2026).

Mei 14, 2026 - 10:00
UMBY Gelar International Guest Lecturer, Bahas Kurikulum Adaptif dan Penguatan Karakter Mahasiswa

YOGYAKARTA - Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kegiatan International Guest Lecturer bertajuk Best Practice Sharing: Rethinking Curriculum Design in Higher Education, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater UMBY itu diikuti para dosen dari berbagai program studi untuk membahas pentingnya kurikulum adaptif dan penguatan karakter mahasiswa di era digital.

Acara tersebut menghadirkan peneliti University of Bern, Switzerland sekaligus dosen University of Zurich, Swiss, Dr. Selin Sophia Oeksuez, M.A sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Selin menekankan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga harus membangun karakter dan kompetensi nyata mahasiswa.

Kampus Dituntut Menjawab Perubahan Dunia Kerja

Menurut Selin, perkembangan teknologi dan transformasi digital telah mengubah kebutuhan dunia industri. Karena itu, sistem pendidikan tinggi harus mampu menyesuaikan diri agar lulusan siap menghadapi tantangan global.

Ia menyebut kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, literasi digital, serta problem solving menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa saat ini.

“Pendidikan dan industri harus berjalan berdampingan dengan perkembangan transformasi digital. Namun, etika dan kualitas karakter manusia tetap harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Selin juga menilai pembelajaran berbasis praktik perlu diperkuat agar mahasiswa memiliki pengalaman dan kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan kerja setelah lulus.

Kurikulum Harus Selalu Diperbarui

Sementara itu, Kepala Biro Pembelajaran UMBY, Elysa Hartati, M.Pd mengatakan perguruan tinggi harus rutin melakukan pembaruan kurikulum agar mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk menghadapi era Society 5.0 dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Elysa, kampus memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan sehingga lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga karakter dan kompetensi yang kuat.

“Perguruan tinggi harus mampu menyiapkan kurikulum yang relevan dan adaptif terhadap perubahan dunia yang sangat cepat,” katanya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara kemampuan akademik dan kualitas karakter menjadi fondasi utama dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“Fondasi pembelajaran harus diimbangi dengan kompetensi dan karakter pribadi yang berkualitas,” paparnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow