UIN Syekh Wasil Kediri Gandeng Media dan Ormas, Perkuat Kolaborasi untuk Pengembangan Kampus
UIN Syekh Wasil Kediri menjalin komitmen bersama dengan media dan organisasi masyarakat untuk mendukung pengembangan kampus, literasi publik, dan penyebaran informasi edukatif.
KEDIRI - UIN Syekh Wasil Kediri menggelar kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng: Bincang Santai Program Pengembangan Kampus Bersama Media dan Ormas” di Aula Rektorat Lantai 4, Selasa (13/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri berbagai organisasi kewartawanan dan organisasi kemasyarakatan, di antaranya Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nahdlatul Ulama (PCNU), Muhammadiyah, Gerakan Pemuda Ansor, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi, penyebaran informasi yang edukatif, serta penguatan peran perguruan tinggi bagi masyarakat.
Terdapat tujuh poin komitmen bersama, yakni membangun kemitraan yang harmonis dan berkelanjutan antara perguruan tinggi, media, dan masyarakat; mendorong penyebaran informasi yang edukatif, inspiratif, dan konstruktif; memperkuat pelaksanaan penelitian yang berdampak; mendorong pengabdian kepada masyarakat yang solutif; menumbuhkan budaya literasi dan komunikasi publik berbasis data; mendukung pelayanan informasi yang responsif dan akuntabel; serta menolak hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi.
Komitmen tersebut disepakati sebagai bentuk sinergi dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.
Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. Wahidul Anam, M.Ag., mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi kampus dengan media dan organisasi masyarakat.
Menurutnya, UIN Syekh Wasil Kediri merupakan kampus yang masih sangat muda setelah bertransformasi dari IAIN menjadi universitas berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2025.
“Usia UIN Syekh Wasil Kediri masih sangat muda, baru sekitar satu tahun. Karena itu kami membutuhkan masukan, dukungan, dan kolaborasi dari media, ormas, dan masyarakat agar kampus ini bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejarah kampus bermula sebagai cabang IAIN Sunan Ampel pada 1965, kemudian menjadi STAIN Kediri pada 1997, berubah menjadi IAIN Kediri pada 2018, dan resmi menjadi UIN Syekh Wasil Kediri pada 2025.
Saat ini, kampus memiliki empat fakultas dengan 33 program studi jenjang S1, S2, dan S3. UIN Syekh Wasil Kediri juga telah meraih akreditasi perguruan tinggi “Unggul” serta masuk tiga besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) paling informatif.
Selain itu, kampus terus mengembangkan berbagai fasilitas, mulai dari gedung rektorat, sport center, masjid kampus, ma'had, hingga kawasan pendidikan terpadu.
Rektor menegaskan bahwa biaya pendidikan di UIN Syekh Wasil Kediri relatif terjangkau. Uang Kuliah Tunggal (UKT) dimulai dari Rp400 ribu hingga sekitar Rp4 juta, disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.
“Kami ingin akses pendidikan tinggi bisa dijangkau masyarakat luas, khususnya wilayah Kediri dan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Dr. Taufik Al Amin, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun komunikasi dan sinergi antara kampus dengan media serta berbagai pemangku kepentingan.
“Kampus tidak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan media, ormas, dan masyarakat. Karena itu kami ingin membangun kolaborasi yang lebih erat,” ujarnya.
Ia menambahkan, UIN Syekh Wasil Kediri mengusung konsep integrasi ilmu keislaman dan ilmu umum. Para dosennya juga berasal dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, termasuk Kanada, Prancis, Maroko, Jerman, Taiwan, dan Australia. (*)
Apa Reaksi Anda?