Di Magetan, Rocky Gerung Tantang Gen Z Bedah Marhaenisme di Bulan Bung Karno 2026
Rocky Gerung mengaku keberanian Magetan dalam membuka ruang dialog terbuka mencerminkan nyali intelektual yang tinggi.
MAGETAN - Kehadiran pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung sukses mengguncang halaman Wisma Perjuangan, Kabupaten Magetan.
Ribuan masyarakat dan anak muda memadati lokasi untuk menghadiri rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan.
Sebelum agenda utama bertajuk "Soekarno Talk-In: Book Launching Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z" dimulai, suasana sudah riuh dengan pertunjukan seni Reog Ponorogo.
Kemeriahan memuncak saat Rocky Gerung tiba dan langsung diarak menaiki dadak merak, ikon utama kesenian tradisional tersebut.
Momen langka ini langsung disambut tepuk tangan riuh dan sorak antusias dari warga yang hadir sejak sore hari.
Dalam keterangannya, Rocky Gerung mengaku sangat terkesan dengan sambutan hangat dan antusiasme masyarakat Magetan.
Ia menilai, keberanian kota ini dalam membuka ruang dialog terbuka mencerminkan nyali intelektual yang tinggi.
“Magetan ini kota kecil dengan nyali yang besar. Berani mengundang saya berdiskusi berarti berani membuka ruang bagi pertukaran gagasan,” kata Rocky Gerung, Minggu (28/6/2026).
Dengan gaya retorika khasnya, Rocky bahkan membuat akronim khusus untuk menggambarkan semangat masyarakat setempat dengan kondisi politik nasional saat ini.
“Kalau saya boleh mengartikan, Magetan itu adalah Marhaen Gregetan. Gregetan melihat keadaan republik hari ini, tetapi kegelisahan itu harus diubah menjadi gagasan, bukan sekadar keluhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rocky membedah bahwa buku karya Airlangga Pribadi Kusman yang akan diluncurkan tersebut merupakan upaya penting untuk memperkenalkan kembali Marhaenisme sebagai kerangka berpikir yang relevan bagi anak muda, bukan sekadar alat kampanye politik.
Buku tersebut dinilai memuat pemikiran Bung Karno yang kontekstual terhadap isu modern, seperti lingkungan hidup, kesetaraan gender, hingga geopolitik global.
Menjelang sesi diskusi malam, Rocky pun menantang para pemuda Magetan untuk aktif menguji isi buku tersebut.
“Nanti malam jangan hanya datang untuk mendengar. Datanglah dengan pertanyaan, dengan kegelisahan yang bermutu, supaya diskusi kita menghasilkan pikiran-pikiran yang bermanfaat bagi masa depan republik,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana AV Sasa, yang menyambut langsung kedatangan Rocky, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam.
“Selamat datang di Kabupaten Magetan, Mas Rocky Gerung. Kehadiran beliau menjadi kejutan yang luar biasa sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Magetan,” tutur Diana Sasa.
"Semoga momentum ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda," sambungnya.
Diana kemudian membagikan cerita di balik layar, di mana hubungan pertemanannya dengan sang penulis buku, Airlangga Pribadi Kusman, justru berakar dari kesamaan minat mereka dalam gerakan literasi dan dunia perbukuan di Surabaya.
Bagi Diana, buku memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang yang peduli pada masa depan bangsa.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir pada sore itu untuk kembali meramaikan agenda utama pada malam harinya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Magetan untuk hadir malam ini dalam Soekarno Talk-In. Mari kita berdiskusi bersama, mendengarkan gagasan para narasumber, sekaligus menyampaikan pandangan dan aspirasi demi masa depan bangsa,” ajaknya.
Melalui gelaran Bulan Bung Karno 2026 ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan berkomitmen untuk terus menghidupkan ekosistem budaya, literasi, dan ruang diskusi publik.
Forum ini diharapkan menjadi wadah konkret bagi Gen Z untuk merefleksikan kembali pemikiran Bung Karno dalam menjawab berbagai tantangan zaman. (*)
Apa Reaksi Anda?