Trump Ngotot Iran Akan Terima Inspektur Nuklir, Teheran Langsung Membantah
Trump bersikeras Iran akan menerima inspektur nuklir IAEA, namun Teheran membantah adanya kesepakatan baru terkait inspeksi program nuklir mereka.
JAKARTA - Trump ngotot Iran akan terima inspektur nuklir meski pemerintah Iran membantah adanya kesepakatan baru terkait inspeksi program nuklir mereka. Pernyataan tersebut kembali memanaskan dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran di tengah upaya diplomasi mengenai isu nuklir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Iran pada akhirnya akan mengizinkan inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memasuki negara tersebut. Menurut Trump, pihak Iran secara internal telah memberikan sinyal bahwa inspeksi akan dilakukan.
"Mereka sudah memberi tahu kami secara internal dan kami yakin 100 persen akan ada inspeksi," kata Trump kepada wartawan.
Iran Bantah Ada Kesepakatan Baru
Pernyataan Trump muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran telah setuju mengizinkan inspektur nuklir kembali masuk ke negara itu.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran langsung membantah klaim tersebut. Teheran menegaskan tidak ada komitmen baru yang dibuat terkait program nuklir maupun inspeksi internasional.
Meski demikian, Trump tetap bersikeras bahwa inspeksi akan berlangsung pada waktu yang tepat dan tidak perlu dilakukan terburu-buru.
Trump Klaim Ada Kemajuan Hubungan dengan Iran
Dalam kesempatan terpisah di Pennsylvania, Trump kembali menyatakan bahwa Iran telah sepakat untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Ia juga mengklaim hubungan antara Washington dan Teheran saat ini berjalan cukup baik, meskipun kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan terkait isu pengawasan program nuklir.
Trump bahkan menyebut telah tercapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik di Selat Hormuz, meski belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan tersebut.
Isu Nuklir Iran Kembali Jadi Sorotan
Program nuklir Iran selama bertahun-tahun menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan internasional. Amerika Serikat dan negara-negara Barat terus menekan Iran agar membuka akses pengawasan guna memastikan program nuklirnya tidak digunakan untuk pengembangan senjata.
Sementara itu, Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklir yang dijalankannya bertujuan untuk kepentingan sipil dan energi.
Perbedaan pernyataan antara Washington dan Teheran terkait inspeksi IAEA menunjukkan bahwa negosiasi mengenai program nuklir Iran masih menghadapi tantangan meski kedua pihak mengklaim adanya kemajuan diplomatik. (*)
Apa Reaksi Anda?