Tokoh Pendidikan Prof. Michael Soenardi Djiwandono Tutup Usia, Dikenang sebagai Pendidik Disiplin
Prof. Michael Soenardi Djiwandono, tokoh pendidikan nasional dan kerabat Presiden Prabowo, meninggal dunia di Malang. Ia dikenal disiplin dan berdedikasi pada dunia pendidikan.
MALANG - Tokoh pendidikan nasional Prof. Dr. Michael Soenardi Djiwandono, M.A., yang juga kerabat Presiden Prabowo Subianto, meninggal dunia pada usia 90 tahun, Sabtu (25/4/2026) pukul 22.52 WIB di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan, Malang.
Wakil Rektor I Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang, Prof. Dr. Ir. Aloisiyus Maria Kukuk Yudiono, M.S., menjelaskan bahwa almarhum memiliki peran penting dalam kepengurusan Perguruan Tinggi Katolik Yayasan Adi Soetjipto yang menaungi UKWK.
Menurutnya, Prof. Michael dikenal sebagai sosok yang berpegang teguh pada prinsip dan disiplin dalam memajukan dunia pendidikan, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Jenazah tokoh pendidikan nasional Prof. Dr. Michael Soenardi Djiwandono, M.A disemayamkan di Rumah Duka Gotong Royong VIP 3, Jalan Taman Tenaga No. 2, Malang.
“Beliau sangat konsen pada kualitas pendidikan dan kemajuan UKWK. Banyak regulasi di yayasan yang dicetuskan demi mendorong kiprah di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Almarhum juga merupakan kakak dari Soedrajat Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia pada era Presiden Soeharto. Selain kiprahnya di dunia pendidikan, ia dikenal aktif dan religius dalam kegiatan gereja di Malang.
Ketua Yayasan PTK Adi Soetjipto, RP. Eustachius Eko Putranto, O.Carm., menambahkan bahwa almarhum memiliki jasa besar, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan kehidupan gereja di Malang. “Beliau sangat peduli terhadap dunia pendidikan dan pelayanan gereja,” katanya.
Saat ini, jenazah disemayamkan di Rumah Duka Gotong Royong VIP 3, Jalan Taman Tenaga No. 2, Malang. Rangkaian prosesi pemakaman dijadwalkan dimulai dengan pemberkatan jenazah pada Minggu (26/4/2026) pukul 17.00 WIB, dilanjutkan upacara tutup peti pada Senin (27/4/2026) pukul 17.00 WIB.
Pada Selasa (28/4/2026), jenazah akan diberangkatkan ke Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (Ijen) pukul 07.30 WIB untuk Misa Requiem, sebelum dimakamkan di TPU Sukun pada pukul 08.00–09.30 WIB.
Putri kedua almarhum, Helena Nursanti Djiwandono, menyampaikan bahwa ayahnya merupakan figur yang sangat peduli terhadap pendidikan. “Sejak awal beliau adalah pengajar di jurusan Bahasa Inggris dan terus mengabdikan diri hingga mencapai level akademik tertinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, semangat mengajar almarhum tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di komunitas gereja dan berbagai organisasi, termasuk PMKRI. “Beliau senang berbagi ilmu dan mendorong orang lain untuk terus belajar,” ujarnya. (*)
Apa Reaksi Anda?