Integrasi Karantina Tekan Biaya Logistik di Indonesia, Mirza Muttaqien Raih PWI Award 2026

Penghargaan ini diraih karena Mirza berhasil mengintegrasikan layanan karantina yang dinilai mampu menekan biaya logistik di Indonesia.

April 27, 2026 - 14:12
Integrasi Karantina Tekan Biaya Logistik di Indonesia, Mirza Muttaqien Raih PWI Award 2026

SURABAYA - Direktur Utama PT Jatim Grha Utama, Mirza Muttaqien, meraih PWI Award 2026 dalam peringatan Hari Pers Nasional tingkat Jawa Timur atas dorongannya dalam penguatan integrasi karantina logistik.

Penghargaan kepada pimpinan salah satu BUMD Jatim tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim di Dyandra Convention Center, Surabaya baru-baru ini.

Penghargaan ini diraih karena Mirza berhasil mengintegrasikan layanan karantina yang dinilai mampu menekan biaya logistik di Indonesia. Di mana selama ini, hal itu menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem distribusi barang.

Integrasi karantina ini juga dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan biaya distribusi, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat sistem distribusi nasional yang lebih terintegrasi dan berdaya saing, seiring meningkatnya kebutuhan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.

Mirza mengungkapkan, sejumlah kajian nasional dan regional menunjukkan biaya logistik Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara, sehingga upaya efisiensi menjadi kebutuhan mendesak.

"Masalah ini juga kerap dikeluhkan pelaku usaha karena berdampak pada panjangnya rantai distribusi dan tingginya biaya pergerakan barang," kata Mirza, Senin (27/4/2026).

Jatim Grha Utama Mirza Muttaqien 2

Dalam konteks tersebut, pendekatan berbasis kawasan yang menghubungkan layanan karantina, logistik, dan perdagangan dinilai dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mempercepat arus barang lintas wilayah.

Mirza Muttaqien menyampaikan, bahwa fokus utama dari inisiatif ini adalah memastikan sistem berjalan lebih terhubung.

Pendekatan ini sekaligus mendorong perbaikan efisiensi rantai pasok dan sistem distribusi nasional agar lebih terintegrasi dan berdaya saing.

“Yang kami dorong adalah integrasi layanan dalam satu sistem yang lebih tertata agar efisiensi dapat tercapai dan distribusi barang menjadi lebih lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan arahan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus mendukung visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, mengatakan integrasi karantina menjadi salah satu solusi atas persoalan klasik dalam sistem distribusi nasional.

“Inisiatif ini tidak hanya memperkuat konektivitas antar sektor, tetapi juga menghadirkan efisiensi dalam proses distribusi barang,” ujarnya.

Menurutnya, integrasi karantina membuat proses menjadi lebih cepat, transparan, dan terkoordinasi.

“Kami menilai langkah ini telah menjawab tantangan klasik, yakni tingginya biaya distribusi dan panjangnya rantai pasok,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BUMD dan Badan Karantina Indonesia dalam memperkuat sistem distribusi yang lebih efisien dan terintegrasi.

Model ini dinilai berpotensi direplikasi di berbagai daerah untuk memperlancar arus barang serta mendukung kegiatan ekspor, impor, dan perdagangan antarpulau. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow