TMMD ke-129 Kodim Ponorogo Garap Jembatan Dukuh Bibis di Medan Ekstrem

Satgas TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo bersama warga Desa Bulu Lor menggarap pembangunan Jembatan Dukuh Bibis dengan perhitungan teknis yang matang.

Juli 26, 2026 - 10:30
TMMD ke-129 Kodim Ponorogo Garap Jembatan Dukuh Bibis di Medan Ekstrem
PONOROGO -

Pembangunan jembatan di Dukuh Bibis, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo yang membutuhkan perhatian ekstra. Ketinggian permukaan jalan dari dasar sungai yang mencapai lebih dari lima meter serta kemiringan persilangan jalan dan sungai sebesar 30 derajat mengharuskan perhitungan teknis secara cermat.

Warga Dukuh Bibis bersama anggota Satgas TMMD ke-129 tampak sibuk memastikan ketinggian, kerataan, hingga kesikuan papan cetakan cor (bekisting) yang sedang dibuat pada Minggu (26/7/2026).

Untuk menopang bekisting cor beton, perancah dipasang setinggi lima meter dari dasar sungai menggunakan ratusan bambu jenis ori. Konstruksi perancah yang kuat sangat dibutuhkan mengingat kondisi medan yang cukup ekstrem.

Sejumlah alat pengukur kerataan, mulai dari waterpass konvensional hingga waterpass laser, digunakan untuk memastikan posisi bekisting benar-benar rata air. Sementara itu, klem penguat struktur perancah terus dipasang menggunakan material yang telah disiapkan.

Tim teknik pembangunan jembatan yang dipimpin Peltu Daldiri bekerja secara intensif, didampingi anggota Satgas TMMD lainnya yang bertugas menyuplai kebutuhan material. Di saat bersamaan, warga setempat membantu membersihkan area di sekitar lokasi proyek. Kerjasama erat antara TNI dan masyarakat terasa kuat dalam pembangunan fasilitas yang telah lama diidamkan warga ini.

Marmun (72), salah seorang warga senior yang turut bergotong royong bersama warga usia muda, mengungkapkan rasa syukurnya atas realisasi pembangunan jembatan tersebut.

"Alhamdulillah jembatan ini dibangun oleh bapak-bapak TNI. Kami sudah mengidamkan pembangunan jembatan ini sejak lama. Sejak masyarakat di sini banyak yang memiliki sepeda motor, bahkan mengangkut hasil panen menggunakan mobil, keberadaan jembatan ini menjadi sangat penting bagi kami," ujar Marmun.

Marmun menambahkan bahwa dirinya baru memahami rumitnya proses teknis pengerjaan infrastruktur tersebut.

"Saya baru tahu, ternyata penyebab jembatan ini tidak kunjung dibangun sejak dulu karena tingkat kesulitannya yang tinggi," tuturnya sambil menunjuk ke arah pekerja yang sedang memasang bekisting. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow