Musisi Lokal Hangatkan Malam Banjarnegara Lewat Pentas Seni di Titik Nol Kota

Musisi dan seniman lokal memukau penonton dalam pentas seni di Alun-alun Banjarnegara. Musik, puisi, dan budaya berpadu menghangatkan malam di titik nol kota.

Juli 26, 2026 - 11:01
Musisi Lokal Hangatkan Malam Banjarnegara Lewat Pentas Seni di Titik Nol Kota

BANYUMAS - Suasana dingin di Alun-alun Banjarnegara berubah hangat oleh alunan musik, puisi, dan pertunjukan seni dalam acara bertajuk "Sebuah Perjalanan dari Nol Derajat Pengetahuan Menuju Tak Terhingga", Sabtu (25/7/2026) malam.

Meski digelar secara sederhana tanpa panggung megah dan hanya memanfaatkan pelataran pendapa Alun-alun Banjarnegara, penampilan para musisi dan seniman lokal berhasil memikat perhatian masyarakat yang memadati kawasan titik nol kota.

Kegiatan tersebut digagas oleh Sendawa Present, Oemah Qyasa, EKRR, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara sebagai ruang apresiasi bagi para pelaku seni lokal.

Dengan dukungan peralatan yang sederhana, para penampil tetap menyuguhkan pertunjukan yang enerjik. Riuh tepuk tangan penonton beberapa kali mengiringi penampilan para musisi maupun pembacaan puisi sepanjang acara.

Selasar Seni Drajat Nurangkoso dan Saraswati 

Salah satu momen yang mendapat perhatian adalah pembacaan puisi karya Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, oleh Singgih W. Penampilan tersebut dipadukan dengan pertunjukan Ratna Saraswati bersama rekan-rekannya yang mendapat apresiasi dari para penonton.

Ratna Saraswati juga membawakan sejumlah lagu ciptaan Drajat Nurangkoso, pemilik Selasar Seni di Sokanandi, Banjarnegara. Beberapa lagu yang ditampilkan antara lain Pulang ke Desa, Bruk Gantung Kali Kacangan, Menuju Cakrawala, Bening, Janji Malioboro, dan Memori Tamansari.

Lagu Janji Malioboro dan Memori Tamansari mengangkat kenangan serta denyut kehidupan Kota Yogyakarta. Karya-karya tersebut bahkan telah mendapat izin dari penciptanya untuk digunakan sebagai soundtrack film pendek oleh komunitas seni.

Suasana Alun - alun Banjarnegara semakin hangat
Suasana Alun - alun Banjarnegara hangat dengan penampilan musisi lokal yang membawakan lagu-lagu lama dan baru.

Penampilan Grup Rengeng-Rengeng

Suasana semakin semarak saat grup musik Rengeng-Rengeng asal Wanayasa tampil menghibur penonton. Band yang kembali aktif pada 2026 itu tetap mempertahankan ciri khas lirik berbahasa Jawa dialek Banjarnegara.

Vokalis Mr. Nono membawakan sejumlah lagu, di antaranya Dolanan, Aji Manungsa, Asu Gedhe Ora Kudu Menang Kerahe, Jarkoni, dan Gotong Royong, yang disambut antusias oleh penonton.

Rangkaian acara ditutup penampilan grup band Menjelang Pagi dari Kesenet, Kecamatan Banjarmangu. Penampilan mereka menjadi penutup yang menghangatkan malam di Alun-alun Banjarnegara.

Sejumlah penonton mengaku terhibur dengan pertunjukan yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga sarat pesan moral dan nilai budaya.

"Kami sangat terhibur. Lirik dan penampilan mereka penuh makna dan inspiratif," ujar Jatmiko dari Yayasan Tlasih 87.

Hal senada disampaikan Yana, warga Blambangan. Menurutnya, lagu-lagu yang dibawakan para musisi lokal menghadirkan harmoni musik yang berpadu dengan nilai-nilai falsafah Jawa.

"Kami bangga. Banyak falsafah Jawa yang diharmonisasikan dalam musik yang mereka sajikan," katanya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow