TMMD 128 Probolinggo Edukasi Siswa Mitigasi Longsor
TMMD 128 Probolinggo tak hanya bangun TPT, tapi juga edukasi siswa soal mitigasi longsor di Desa Brabe untuk kurangi risiko bencana.
PROBOLINGGO - Upaya pengurangan risiko bencana mulai disentuh sejak usia dini dalam program TMMD 128 Probolinggo. Di Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Satgas TMMD tidak hanya membangun infrastruktur penahan longsor, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada siswa sekolah dasar tentang mitigasi bencana.
Kegiatan ini berlangsung di jalur paving hasil pembangunan TMMD yang berada di bawah tebing rawan longsor. Belasan siswa SDN Brabe yang pulang sekolah menjadi sasaran edukasi, dengan pendekatan komunikasi sederhana namun kontekstual sesuai kondisi lingkungan mereka.
Dusun Klagin dikenal memiliki kontur tanah labil, terutama saat musim penghujan. Data lapangan menunjukkan potensi longsor meningkat di area tebing yang berdekatan dengan akses jalan warga. Karena itu, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 60 meter dengan tinggi 2 meter menjadi intervensi fisik utama dalam TMMD 128 Probolinggo.
Namun, pendekatan struktural dinilai belum cukup tanpa dibarengi peningkatan literasi kebencanaan. Dalam edukasi tersebut, siswa diperkenalkan pada tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah dan pohon miring, serta langkah evakuasi sederhana.
Anggota Satgas TMMD, Serma Tomi, menegaskan pentingnya edukasi sejak dini sebagai bagian dari strategi non fisik TMMD. Menurutnya, anak-anak memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi keselamatan di lingkungan keluarga.
“Adik-adik ini setiap hari lewat jalan di bawah tebing. Kalau musim hujan, tebing bisa longsor. Makanya kita bangun TPT, tapi mereka juga harus paham cara menjaga diri,” ujarnya.
Progres pembangunan TPT sendiri telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Konstruksi menggunakan kombinasi batu kali dan beton bertulang untuk meningkatkan daya tahan terhadap tekanan tanah jenuh air.
Respons siswa menunjukkan bahwa pendekatan edukatif ini efektif. Mereka tidak hanya memahami risiko, tetapi juga berkomitmen menjaga lingkungan sekitar, termasuk tidak merusak saluran air dan struktur TPT.
Dengan kombinasi pembangunan fisik dan edukasi kebencanaan, TMMD 128 Probolinggo menghadirkan model mitigasi yang lebih komprehensif—menggabungkan perlindungan struktural dengan peningkatan kesadaran masyarakat sejak dini. (*)
Apa Reaksi Anda?