TMMD 128 Probolinggo Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani Maron Kidul

TMMD 128 Kodim 0820 Probolinggo melakukan pendampingan petani di Desa Maron Kidul untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian.

Mei 15, 2026 - 16:00
TMMD 128 Probolinggo Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pendampingan Petani Maron Kidul

PROBOLINGGO - Ketahanan pangan bukan sekadar isu produksi, tetapi menyangkut kemampuan sebuah bangsa memastikan seluruh warganya memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi. Di tingkat desa, konsep besar itu diterjemahkan melalui kerja langsung di lahan pertanian.

Di Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, upaya tersebut mendapat penguatan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026. Satgas TMMD Kodim 0820 Probolinggo turun langsung melakukan pendampingan kepada kelompok petani setempat sebagai bagian dari program nonfisik.

Pendampingan ini mencakup proses pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman, yang menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertanian.

Serda Hendik selaku anggota Satgas TMMD menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung gerakan antisipasi darurat pangan nasional.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan di setiap tahap produksi.

“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi hasil pertanian,” ujarnya.

Ketahanan Pangan sebagai Sistem yang Terintegrasi

Dalam penjelasannya, Serda Hendik menekankan bahwa ketahanan pangan nasional mencakup beberapa komponen utama, mulai dari ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, aksesibilitas, hingga pemanfaatan pangan yang tepat.

Ia juga menyinggung pentingnya penguatan sektor pendukung seperti pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan bendungan, modernisasi sistem irigasi, hingga pengendalian distribusi pangan.

Semua elemen tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari pendekatan holistik yang harus berjalan secara beriringan.

Peran Petani dan Sumber Daya di Lapangan

Serda Hendik menambahkan, keberhasilan ketahanan pangan sangat bergantung pada peran aktif seluruh sumber daya pertanian, mulai dari penyuluh hingga petani di lapangan.

Gerakan antisipasi darurat pangan nasional, kata dia, hanya dapat berjalan efektif jika seluruh elemen bergerak cepat dan terkoordinasi dalam meningkatkan produksi.

“Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan semua sumber daya yang difokuskan dalam peningkatan produksi baik saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.

Sinergi untuk Produksi Berkelanjutan

Melalui TMMD, TNI tidak hanya hadir dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan ekonomi masyarakat desa.

Serda Hendik menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas serta hasil pertanian secara berkelanjutan.

“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,” tuturnya.

Program pendampingan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang TMMD 128 Probolinggo dalam memastikan desa tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga diperkuat secara ekonomi dan produktivitas. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow