TMMD 128 Probolinggo Dampingi Petani Maron Kidul, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
TMMD 128 Kodim 0820 Probolinggo melakukan pendampingan petani di Desa Maron Kidul untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian.
PROBOLINGGO - Ketahanan pangan nasional bukan hanya isu makro di tingkat kebijakan, tetapi juga realitas yang bekerja setiap hari di lahan-lahan pertanian desa. Di Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, upaya memperkuat ketahanan pangan itu kini diperkuat melalui pendampingan langsung kepada kelompok petani oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian TMMD tahun 2026 pada sektor nonfisik, yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya petani, dalam mengelola pertanian secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Pendampingan mencakup seluruh proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman, yang semuanya berpengaruh langsung terhadap hasil produksi pertanian.
Serda Hendik selaku anggota Satgas TMMD menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung gerakan antisipasi darurat pangan nasional.
Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan di setiap tahap produksi.
“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi hasil pertanian,” ujarnya.
Ketahanan Pangan sebagai Sistem yang Terintegrasi
Dalam pandangannya, ketahanan pangan nasional adalah kondisi ketika seluruh masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi.
Upaya untuk mencapainya mencakup berbagai aspek, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan bendungan, modernisasi sistem irigasi, hingga penguatan infrastruktur pertanian serta pengendalian distribusi pangan.
Serda Hendik juga menekankan bahwa Indonesia memiliki tantangan tersendiri karena jumlah penduduk yang besar serta cakupan wilayah yang luas, sehingga ketahanan pangan harus dibangun secara sistematis dan berkelanjutan.
Komponen utama ketahanan pangan, lanjutnya, meliputi ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan yang optimal.
Peran Petani dalam Gerakan Pangan Nasional
Ia menilai, seluruh elemen pertanian mulai dari penyuluh hingga petani di lapangan harus bergerak cepat dan terkoordinasi dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
“Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi dengan semua sumber daya yang difokuskan dalam peningkatan produksi baik saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.
Sinergi untuk Pertanian Berkelanjutan
Melalui TMMD, pemerintah pusat bersama TNI menerapkan pendekatan holistik yang menyentuh seluruh rantai pertanian, dari hulu hingga hilir.
Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
“Mari bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian yang secara tidak langsung tentunya berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan,” tuturnya.
Program TMMD 128 Probolinggo menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dibangun hanya dengan kebijakan, tetapi juga melalui pendampingan nyata di tingkat desa yang menyentuh langsung para pelaku utamanya: petani. (*)
Apa Reaksi Anda?