TMMD 128 Probolinggo Dorong Deteksi Dini TBC Lewat Kader Kesehatan Digital
TMMD 128 Kodim 0820 Probolinggo bersama Puskesmas Maron membentuk kader TBC dan skrining digital E-TIBI untuk memperkuat deteksi dini di desa.
PROBOLINGGO - Upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di tingkat desa kini memasuki babak baru dengan pendekatan yang lebih cepat, terukur, dan berbasis teknologi digital. Di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan kader kesehatan TBC yang terintegrasi dengan sistem skrining berbasis aplikasi E-TIBI.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0820/Probolinggo bersama Puskesmas Maron. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Puskesmas Maron dan diikuti perwakilan kader dari desa-desa se-Kecamatan Maron.
Pendekatan ini menjadi penting di tengah tantangan TBC yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama dalam hal deteksi dini dan pelacakan kasus di tingkat komunitas.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, pembukaan, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan terkait peran kader kesehatan dalam pencegahan dan penanganan TBC di masyarakat.
Kabid Puskesmas Maron, dr. Nina Kartika, menekankan bahwa penguatan kader berbasis desa menjadi kunci dalam mempercepat deteksi kasus TBC.
“Melalui pembentukan kader dan sistem skrining berbasis digital ini, diharapkan deteksi dini TBC dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sehingga penanganannya juga semakin optimal,” ujarnya.
Skrining TBC Berbasis Digital
Inovasi utama dalam kegiatan ini adalah penggunaan barcode melalui ponsel yang terintegrasi dengan aplikasi E-TIBI. Sistem ini memungkinkan proses skrining dilakukan lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi secara digital.
Para peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal, sebelum kemudian menerima materi, diskusi, serta sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Selain itu, dilakukan pula pembagian wilayah kerja kader untuk memastikan proses skrining dapat berjalan lebih sistematis dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat desa.
Sinergi TNI dan Tenaga Kesehatan
Serka Sunarko, yang mewakili Danramil 0820/21 Maron, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat,” ungkapnya.
Dari Desa untuk Kesehatan yang Lebih Responsif
Program TMMD Ke-128 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat aspek kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan kader desa.
Dengan sistem skrining berbasis digital dan keterlibatan aktif kader di lapangan, deteksi dini TBC diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan jadwal pelaporan hasil skrining serta komitmen bersama untuk memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat di Kecamatan Maron.
Di balik pendekatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor ini, tersimpan tujuan yang lebih besar: menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat desa. (*)
Apa Reaksi Anda?