TMMD 128 Probolinggo Bangun MCK Suwito, Dari Sungai ke Sanitasi Layak
Pembangunan sanitasi TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo untuk keluarga Suwito di Desa Brabe capai 70 persen, dorong hidup lebih sehat.
PROBOLINGGO - Bagi sebagian warga pedesaan, akses sanitasi layak masih menjadi persoalan mendasar yang belum sepenuhnya terselesaikan. Di Dusun Klagin RT 17 RW 7, Desa Brabe, Kecamatan Maron, keluarga Suwito selama ini harus bergantung pada sungai untuk mandi, mencuci, dan buang air.
Kondisi itu perlahan berubah melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo.
Minggu (3/5/2026), pembangunan sanitasi layak huni berupa MCK untuk keluarga Suwito telah mencapai progres 70 persen.
Capaian ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan perubahan kualitas hidup keluarga, dari pola hidup berbasis keterbatasan menuju lingkungan rumah tangga yang lebih sehat dan aman.
Pembangunan dimulai dari pondasi, pemasangan batu bata, hingga pembuatan septic tank. Kini proyek memasuki tahap lantai, plesteran dinding, dan instalasi pipa air bersih.
Dalam konteks kesehatan masyarakat, pembangunan MCK bukan sekadar proyek fisik sederhana. Sanitasi layak merupakan fondasi pencegahan penyakit berbasis lingkungan, mulai dari infeksi saluran pencernaan hingga persoalan kebersihan keluarga.
Serka Samsul Arifin menyebut proyek ini sebagai prioritas karena menyentuh kebutuhan dasar.
“Struktur utama dan septic tank sudah selesai. Sekarang masuk tahap finishing,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur besar seperti jalan, tetapi juga pada fasilitas rumah tangga yang berdampak langsung terhadap kesehatan.
Bagi Suwito, keberadaan MCK dekat rumah berarti perubahan besar. Aktivitas harian menjadi lebih aman, praktis, dan bermartabat tanpa harus menempuh jarak ke sungai.
Keterlibatan warga dalam gotong royong juga mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif bahwa sanitasi sehat adalah kebutuhan bersama.
TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo melalui pembangunan MCK keluarga Suwito menunjukkan bahwa pembangunan desa yang efektif harus menyentuh persoalan paling dasar: akses hidup bersih.
Ketika MCK ini rampung sebelum penutupan program, manfaatnya bukan sekadar bangunan baru, tetapi perubahan pola hidup yang lebih sehat bagi keluarga penerima manfaat.
Dari sungai menuju sanitasi layak, perubahan di rumah Suwito menjadi bukti bahwa pembangunan kecil di tingkat rumah tangga bisa membawa dampak besar bagi masa depan kesehatan desa. (*)
Apa Reaksi Anda?