TMMD 128 Gresik Rapikan Gorong-Gorong, Detail Kecil yang Menjaga Keselamatan Warga
Di balik pembangunan jalan desa yang tampak megah, ada pekerjaan-pekerjaan kecil yang justru menentukan seberapa aman infrastruktur itu digunakan masyarakat. Di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabup
GRESIK - Di balik pembangunan jalan desa yang tampak megah, ada pekerjaan-pekerjaan kecil yang justru menentukan seberapa aman infrastruktur itu digunakan masyarakat. Di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, detail itu diwujudkan melalui pembenahan bok pembatas gorong-gorong oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0817/Gresik.
Program TMMD 128 Gresik tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik berskala besar seperti jalan desa, sumur bor, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga jalan usaha tani. Penyempurnaan elemen pendukung seperti pembatas gorong-gorong juga menjadi perhatian serius agar hasil pembangunan benar-benar aman, kokoh, dan bermanfaat dalam jangka panjang.
Kamis (14/5/2026), di bawah terik matahari Desa Slempit, Serda Nandar bersama anggota Satgas TMMD tampak teliti merapikan struktur pembatas gorong-gorong di sepanjang akses jalan desa yang sedang dibangun. Sebagian personel mengaduk semen, sementara lainnya memperkuat sudut-sudut konstruksi agar lebih presisi dan tahan terhadap cuaca.
Pekerjaan ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat desa, keberadaan pembatas gorong-gorong memiliki fungsi vital, terutama untuk mengurangi risiko kecelakaan ketika jalan licin saat musim hujan atau saat kendaraan melintas pada malam hari.
“Walaupun terlihat sederhana, pembatas gorong-gorong ini sangat penting untuk keselamatan warga. Kami ingin hasil pembangunan TMMD benar-benar bermanfaat dan nyaman digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Serda Nandar.
Infrastruktur Desa yang Dibangun dengan Standar Keselamatan
Pembangunan infrastruktur desa sering kali dinilai dari panjang jalan atau besarnya anggaran. Namun keberhasilan sesungguhnya terletak pada kualitas dan keamanan hasil pembangunan.
Di Desa Slempit, pendekatan tersebut tampak jelas. Satgas TMMD tidak sekadar mengejar target penyelesaian, tetapi juga memastikan setiap detail konstruksi memenuhi fungsi perlindungan bagi masyarakat.
Bagi warga, perhatian terhadap unsur-unsur kecil seperti bok pembatas gorong-gorong menunjukkan bahwa pembangunan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
TMMD 128 Gresik Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Slempit membawa dampak yang lebih luas dari sekadar pembangunan fisik. Setiap pekerjaan yang dilakukan bersama warga menjadi ruang untuk memperkuat budaya gotong royong yang telah lama menjadi kekuatan masyarakat desa.
Prajurit TNI dan warga bekerja tanpa sekat. Mereka berbagi tenaga, waktu, dan semangat demi mewujudkan infrastruktur yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Program TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik pun kembali menunjukkan bahwa pembangunan yang baik bukan hanya soal struktur yang berdiri kokoh, tetapi juga tentang perhatian pada detail-detail kecil yang menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Di Desa Slempit, pembatas gorong-gorong yang dirapikan itu menjadi simbol sederhana bahwa pengabdian TNI tidak hanya membangun jalan, tetapi juga menjaga setiap langkah warga yang akan melintasinya. (*)
Apa Reaksi Anda?