Tingkatkan Kualitas Program Pelatihan, UPT Kementan Laksanakan Evaluasi Pasca Pelatihan

Program pelatihan umumnya disusun berdasarkan kebutuhan akan peningkatan kompetensi yang diharapkan akan dipenuhi atau pemenuhan GAP kinerja petugas pertanian dalam hal i ...

Oktober 5, 2023 - 19:00
Tingkatkan Kualitas Program Pelatihan, UPT Kementan Laksanakan Evaluasi Pasca Pelatihan

TIMESINDONESIA, MALANG – Program pelatihan umumnya disusun berdasarkan kebutuhan akan peningkatan kompetensi yang diharapkan akan dipenuhi atau pemenuhan GAP kinerja petugas pertanian dalam hal ini khususnya bagi penyuluh pertanian. Penyelenggaraan program pelatihan yang baik dan lancar belum tentu optimal, karena bisa jadi masih banyak persoalan yang terjadi. Oleh karena itu, Tim dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan evaluasi pasca pelatihan dalam rangka untuk menilai efektivitas dan efisiensi suatu program pelatihan yang telah dilaksanakan.

Evaluasi pasca pelatihan dilaksanakan tidak hanya untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelatihan namun juga digunakan untuk memperoleh informasi terkait dengan kekurangan yang ada sehingga nantinya program pelatihan dapat diperbaiki. Hasilnya juga dapat digunakan untuk mengetahui dampak dari program pelatihan terhadap peningkatan kinerja seorang petugas yang dalam hal ini adalah penyuluh pertanian.

Evaluasi-Pasca-Pelatihan-2.jpg

Salah satu pelatihan yang dilanjutkan dengan evaluasi pasca pelatihan yakni pelatihan tanaman obat sebagai pestisida. Untuk mendukung hasil evaluasi pasca pelatihan,  harus didukung dengan melakukan kunjungan ke kelompok tani binaan untuk melihat sejauh mana hasil pengembangan Pelatihan Tanaman Obat sebagai Pestisida.

Dewi Melani sebagai petugas evaluasi pasca pelatihan berkesempatan melaksanakan kegiatan di Kabupaten Jember. Pada kesempatan kunjungan lapang ke Poktan Turta Bakti II, Dewi Melani melihat bagaimana perkembangan pertanian organik diterapkan di Poktan Tirto Bakti II. Mulai dari pemanfaatan bahan organik baik yang berasal dari sumber daya nabati maupun hayati telah dikembangkan dalam bentuk pupuk organik dan pestisida organik, antara lain: pemanfaatan pestisida nabati dan pupuk nabati dari tanaman ki pahit; pupuk hayati berupa PGPR, Jakaba dan PSB; pestisida hayati berupa Beauveria bassiana dan Pseudomonas fluorescence; dan pembuatan pupuk organik padat dan cair hasil biokonversi maggot dimana pengembangan produknya menjadi pakan ikan baik maggot segar maupun olahan pelet.

Pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM pertanian berperan penting menggenjot produktivitas pertanian. Hal ini menjadi perhatian utama sekaligus tugas pokok Kementerian Pertanian (Kementan) yang dilaksanakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui Tiga Pilar yakni penyuluhan, pelatihan dan pendidikan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengingatkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan. Tujuannya agar produktivitas tetap meningkat bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan para petani tetap terjaga.

“Salah satu fokus kita meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” kata Mentan Syahrul.

Sementara itu Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menegaskan BPPSDMP di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian melalui Tiga Pilar yakni penyuluhan, pelatihan dan pendidikan harus berjalan seiring dan seimbang dalam mengemban tugas meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian.

“Pertanian adalah bisnis. Artinya, pertanian harus menghasilkan, harus menguntungkan, maka tugas widyaswara dan pengelola pelatihan untuk mampu melatih para peserta pelatihan memahami proses bisnis,” kata Dedi Nursyamsi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow