Tingkatkan Kesadaran Keselamatan, UNIPMA Madiun Latih Mahasiswa Gunakan APAR
UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi rambu Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L)
MADIUN - UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi rambu Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) serta pelatihan penggunaan alat pemadam kebakaran pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan dan halaman Laboratorium Terpadu ini diikuti oleh mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya di lingkungan kampus.
Wakil Rektor 2 UNIPMA Madiun, Dr. Elva Nuraina, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembekalan pengetahuan keselamatan bagi mahasiswa. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun budaya sadar keselamatan di lingkungan kampus.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kesadaran dan keterampilan dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi pertama mengenai sosialisasi rambu-rambu K3L oleh Muhammad Arfi Setiawan, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap simbol dan rambu keselamatan sebagai langkah awal pencegahan kecelakaan kerja.
"Rambu K3L bukan sekadar tanda, tetapi bagian dari sistem keselamatan yang harus dipahami dan dipatuhi oleh seluruh sivitas akademika,” katanya.
Materi kedua dilanjutkan dengan pengenalan alat pemadam api ringan (APAR) yang disampaikan oleh pihak CV Eka Kirana. Dalam sesi ini, peserta diberikan penjelasan mengenai jenis-jenis alat pemadam kebakaran, fungsi, serta teknik penggunaannya dalam situasi darurat. Selain teori, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung memadamkan api menggunakan APAR di halaman laboratorium.
Pelatihan praktik tersebut menarik perhatian peserta. Instruktur menunjukkan langkah-langkah penggunaan APAR secara sistematis, mulai dari menarik pin pengaman hingga teknik penyemprotan yang efektif. Mahasiswa kemudian bergiliran mencoba memadamkan api yang telah disiapkan dalam wadah khusus.
Peserta kegiatan, Muhammad Fathir, menyatakan kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.
“Kami jadi tahu cara yang benar menangani kebakaran kecil. Ini penting karena bisa saja terjadi kapan saja,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sadar akan keselamatan. Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, UNIPMA Madiun berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran. (*)
Apa Reaksi Anda?