Tim Dosen Computer Science Universitas Ma Chung Beri Pelatihan AI dan Gamifikasi untuk Guru
Melalui pelatihan ini, Universitas Ma Chung turut mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik demi mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.
MALANG - Guna menjawab tantangan dinamika pendidikan di era digital, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Computer Science in Artificial Intelligence and Digital Innovation Universitas Ma Chung menggelar pelatihan penguatan kompetensi digital bagi guru di SDN Tulusrejo 1, Malang.
Rangkaian pelatihan yang berlangsung pada 26 dan 29 Juni 2026 ini berfokus pada pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan metode gamifikasi untuk menciptakan ekosistem kelas yang interaktif.
Hendry Setiawan, ST., M.Kom. selaku Ketua Program Studi Computer Science in Artificial Intelligence and Digital Innovation menekankan bahwa pola pengajaran masa kini menuntut pendekatan yang berbeda dibanding masa lalu.
Hal ini karena setiap siswa memiliki karakteristik dan gaya belajar yang berbeda. Sesi pelatihan oleh Hendry ini pun secara khusus membedah topik 'Diversifikasi Pembelajaran dengan Google', terutama pemanfaatan fitur NotebookLM.
"Melalui teknologi, kita dapat lebih mudah memetakan dan memberikan metode pembelajaran yang tepat untuk anak. Kami ingin berbagi pengalaman bagaimana AI saat ini bisa menguatkan kompetensi dan membantu tugas keguruan," jelas Hendry.
Keseruan pelatihan berlanjut pada sesi kedua yang dipandu oleh Bita Parga Zen, S.Kom., M.Han. mengenai pembuatan media ajar melalui video pembelajaran berbasis AI.
Bita menggarisbawahi bahwa kunci utama optimalisasi AI terletak pada ketepatan instruksi atau prompt.
"Sekalipun kita dibantu oleh AI, apabila prompt-nya kurang sesuai maka hasil yang dikeluarkan AI akan kurang membantu," terangnya.
Dalam sesi praktik ini, para guru dilatih secara komprehensif mulai dari menyusun prompt, merancang karakter, mengolah suara (voiceover), hingga menghasilkan video pembelajaran yang utuh.
Sementara itu, Dr. Kestrilia Rega Prilianti, S.Si., M.Si. hadir sebagai narasumber untuk menjawab tantangan terkait menurunnya rentang konsentrasi siswa terhadap model pembelajaran satu arah.
Menurutnya, saat ini ada kebutuhan mendesak untuk menerapkan sistem pembelajaran yang visualnya menarik, interaktif, dan penuh tantangan melalui metode gamifikasi.
"Gamifikasi bukan sekadar mengajak siswa bermain games, melainkan menerapkan mekanika permainan ke dalam aktivitas belajar untuk memicu motivasi intrinsik siswa," papar Dr. Kestrilia.
"Metode ini membuat siswa seolah-olah berada dalam permainan, sehingga menjadi solusi efektif bagi guru untuk masuk ke dunia anak dengan tetap mengedepankan unsur edukasi," imbuhnya.
Di bawah bimbingan Dr. Kestrilia, para guru sukses mempraktikkan pembuatan permainan edukatif interaktif bernama 'Jagoan Matematika' yang mengintegrasikan kuis perkalian, penjumlahan, dan pengurangan ke dalam sistem permainan yang kompetitif bagi siswa.
Langkah progresif ini mendapat dukungan penuh dari Kepala SDN Tulusrejo 1, Dwi Utami, S.Pd.SD. Ia sangat mendukung kegiatan ini karena sejatinya ilmu tidak ada putusnya.
"Ilmu yang baik akan membawa manfaat yang baik pula. Terima kasih kepada Universitas Ma Chung yang telah mengabdikan ilmunya kepada kami," ujar Dwi Utami.
Dhea Febrina Ramadhani, selaku Guru Kelas 5 SDN Tulusrejo 1 juga menyampaikan kesan positifnya.
Menurutnya, kegiatan workshop ini sangat membantu dan memudahkan guru untuk melaksanakan pembelajaran ke depan.
"Materi yang diberikan sangat relevan untuk dijadikan referensi dalam pembuatan media pembelajaran serta soal evaluasi yang menarik bagi murid," pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, Universitas Ma Chung turut mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik demi mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.
Para peserta tidak hanya menyerap ilmu baru, tetapi juga berhasil menghasilkan tiga karya nyata sebagai luaran (output) pelatihan yang siap diaplikasikan langsung di kelas. (*)
Apa Reaksi Anda?