Tiga Bulan Terisolasi karena Jembatan Putus, Warga Sibio-bio Tapteng Terobos Sungai demi Panen
Jembatan putus akibat banjir bandang November 2025, ribuan warga Desa Sibio-bio, Tapteng, terisolasi. Petani nekat menyeberangi Sungai Muara demi angkut hasil kebun.
TAPANULI TENGAH Warga Desa Sibio-bio, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, harus menerobos aliran Sungai Muara yang cukup deras untuk mengangkut hasil pertanian mereka karena jembatan yang menjadi akses satu-satunya putus saat banjir bandang pada November 2025.
Sejumlah warga yang rerata berprofesi sebagai petani tampak membawa hasil kebun mereka seperti buah durian, getah karet, pinang dan lainnya menggunakan sepeda motor dari Desa Sibio-bio.
Namun karena akses terputus, sepeda motor mereka terpaksa berhenti di tepi sungai, dan selanjutnya warga mengangkut hasil kebun dengan menyeberangi Sungai Muara yang cukup deras.
"Harapan kami, pemerintah untuk lebih memperhatikan. Karena akses jalan kami putus," kata warga Desa Sibio-bio Andi Putra Waruwu di Tapteng, Sabtu (21/2/2026).
Andi mengatakan, sudah hampir tiga bulan para petani di Desa Sibio-bio kesulitan untuk mengangkut hasil panen mereka karena jembatan penghubung desa terputus, apalagi jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk ke desa.
Untuk itu, ia berharap agar pemerintah segera memberikan solusi agar masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti biasanya.
Dengan terputusnya jembatan penghubung, maka warga di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, saat ini terisolasi.
Sebelumnya, Seribuan warga Desa Sibio-bio, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, masih terisolir akibat jembatan terputus dan tidak ada aliran listrik sejak bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut.
"Akses ke desa kami sudah tidak ada lagi," kata Kepala Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Damianus Zendrato di Tapteng, Sabtu.
Menurut dia, sudah tiga bulan setelah banjir bandang melanda, kondisi infrastruktur terutama jembatan penghubung Desa Sibio-bio ke Desa Muara Sibuntuon masih terputus, sehingga warga tidak memiliki akses jalan.
Jembatan penghubung antara desa tersebut, lanjut dia, merupakan satu-satunya akses menuju ke Desa Sibio-bio. Dengan terputusnya jembatan gantung itu, warga saat ini terpaksa menyeberangi aliran sungai dan ini sudah berlangsung selama hampir tiga bulan.(*)
Apa Reaksi Anda?