Telur dan Daging di Kaltim Belum Optimal, Sapto Setyo Pramono Desak Pemprov Beri Perhatian Serius  

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono minta Pemprov Kaltim untuk melakukan pemetaan kawasan peternakan di Kabupaten dan Kota di Benua Etam agar dapat mengeta ...

November 16, 2023 - 00:30
Telur dan Daging di Kaltim Belum Optimal, Sapto Setyo Pramono Desak Pemprov Beri Perhatian Serius  

TIMESINDONESIA, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono minta Pemprov Kaltim untuk melakukan pemetaan kawasan peternakan di Kabupaten dan Kota di Benua Etam agar dapat mengetahui area yang dapat dijadikan pusat peternakan.

Hal tersebut perlu dilakukan lantaran kehadirin IKN di Kaltim. Pindahnya IKN tentu menjadi peluang yang menjanjikan perkembangan di sektor seperti perikana.

Dikatakan Sapto untuk menyusun kawasan peternakan harus direncanakan dengan matang untuk menghasilkan wilayah peternakan menjadi program berkelanjutan.

Sejauh ini ia telah mengamati setidaknya ada 7 titik wilayah dapat diproyeksikan menjadi area peternakan seperti di Samarinda menghasilkan peternakan ayam lalu peternakan sapi berada diwilayah Berau, Kutim, PPU, Paser sementara di Kutai Barat dapat dilakukan peternakan babi.

"Kita harus fokuskan dulu wilayahnya dimana saja, baru kita bahas programnya," ujarnya.

Kemudian ia menyinggung, pentingnya melaksanakan program peternakan agar mendapat kedalatan pangan guna terwujudnya rencana pembangunan jangka menengah 2024 hingga 2026.

"Kemandirian pangan kita harus tingkatkan," ungkapnya.

Sapto meminta Pemerintah lebih memperhatikan sektor peternakan di Kaltim, saat ini juga telah dilakukan komunikasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim untuk tindak lanjutnya.

"Proses pemetaan telah dilakuakan, kedepan akan pembahasan lanjutan," ujar dia.

akhir di sampaikan bahwa yang menyebabkan dirinya serius mendorong Pemprov Kaltim agar melakukan fokus memaksimalkan potensi peternakan dengan lakukan pemetaan wilayah, disebabkan saat ini produksi telur dan daging di Kaltim belum optimal sehingga peternak lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Kaltim.

"Daging sapi saja hanya 28 persen yang bisa dipenuhi, begitu pun produksi telur hanya 40 hingga 50 persen yang bisa dipenuhi," kata Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow