Tegur Remaja Diduga Konsumsi Miras, Anggota Satpol PP Banyuwangi Malah Dikeroyok
Peristiwa bermula saat dua petugas melakukan pengawasan di sekitar area pendopo dan mendapati sekelompok remaja berkumpul di luar pagar.
BANYUWANGI Insiden pengeroyokan terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyuwangi (Satpol PP Banyuwangi) terjadi di kawasan Pendopo Sabha Swagatha Blambangan pada Minggu, (15/3/2026), dini hari.
Peristiwa itu bermula saat dua petugas melakukan pengawasan di sekitar area pendopo. Saat itu, petugas mendapati sekelompok remaja berkumpul di luar pagar pendopo, tepatnya di sisi paling timur kawasan tersebut.
Aktivitas kumpul-kumpul itu diduga mengarah pada konsumsi minuman keras berjenis arak. Petugas kemudian memberikan teguran agar mereka tidak melakukan kegiatan yang melanggar ketertiban umum.
Namun teguran tersebut tidak diterima oleh beberapa orang yang berada di lokasi. Situasi pun memanas hingga sejumlah remaja mengejar anggota Satpol PP tersebut sampai masuk ke dalam area pendopo.
Di lokasi itulah terjadi pengeroyokan yang menyebabkan anggota Satpol PP mengalami luka memar dan benjolan akibat pemukulan serta tendangan.
Kepala Satpol PP Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, kejadian itu berawal dari teguran petugas kepada sekelompok anak muda yang diduga melakukan aktivitas yang tidak semestinya.
“Dari pengamatan anggota kami, ada aktivitas kumpul-kumpul yang sedikit menjurus pada konsumsi minuman beralkohol. Karena itu anggota kami melakukan teguran,” kata Yoppy dalam konferensi persnya, Minggu (15/3/2026).
Yoppy menjelaskan, setelah ditegur, beberapa orang yang berada di lokasi tidak terima dan kemudian mengejar petugas hingga ke dalam area pendopo. Di tempat tersebut terjadi pengeroyokan terhadap anggotanya yang sedang bertugas.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar dan benjolan di beberapa bagian tubuh. Korban juga telah menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses hukum.
“Hasil visum menunjukkan ada luka memar dan benjolan. Kalau dilihat dari videonya memang terlihat ada pemukulan dan penendangan,” jelasnya.
Yoppy mengungkapkan, peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penanganan.
Dari informasi awal, jumlah orang yang berada di lokasi saat kejadian diperkirakan sekitar sepuluh orang.
Yoppy juga menyebut situasi sempat dipicu oleh kesalahpahaman di tengah masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Saat itu terdapat aktivitas warga di sekitar masjid sehingga memicu kerumunan.
“Ada yang mengira sedang ada pembagian takjil gratis, bahkan ada yang berteriak maling. Itu yang kemudian memancing kerumunan masyarakat,” terangnya.
Pihak Satpol PP Banyuwangi berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali, terlebih terjadi di bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif.
“Harapan kami kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di Banyuwangi, apalagi di bulan Ramadan. Mari kita isi Ramadan dengan kegiatan yang positif dan membangun,” tutup Yoppy. (*)
Apa Reaksi Anda?