Tajul Anwar, Alumni UNISMA yang Konsisten Mengabdi: Dari Aktivis Kampus hingga Ketua KONI Bangkalan
Bagi Tajul Anwar, perjalanan hidup bukanlah tentang seberapa cepat mencapai puncak, melainkan tentang seberapa konsisten menjaga nilai dan pengabdian.
MALANG Bagi Tajul Anwar, perjalanan hidup bukanlah tentang seberapa cepat mencapai puncak, melainkan tentang seberapa konsisten menjaga nilai dan pengabdian. Lulusan Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Islam Malang (UNISMA) tahun 1994 ini membuktikan bahwa proses panjang yang dijalani dengan ketulusan akan berbuah kepercayaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Sejak menjadi mahasiswa di UNISMA, Tajul telah menunjukkan ketertarikan kuat terhadap dunia organisasi. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi serta anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). Melalui organisasi, ia belajar memimpin, berdiskusi, mengelola perbedaan, serta memperjuangkan aspirasi bersama.
“Dari kampus, saya belajar arti tanggung jawab dan komitmen,” kenangnya dalam sebuah kesempatan.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi bekal berharga ketika Tajul mulai menapaki dunia profesional. Bahkan sebelum menyelesaikan studinya, ia telah bekerja sebagai Supervisor di sebuah perusahaan leasing. Di usia muda, ia sudah terbiasa menghadapi tantangan, target kerja, dan tuntutan profesionalisme.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Namun, bagi Tajul, kesuksesan tidak hanya diukur dari capaian karier. Ia merasa terpanggil untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial. Melalui keterlibatannya di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Tajul aktif mendampingi masyarakat, khususnya dalam program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bangkalan. Ia turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, dan membantu merancang solusi sesuai kebutuhan masyarakat.
Pengalaman tersebut memperkaya perspektif hidupnya. Ia memahami bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang pemberdayaan manusia.
Komitmennya terhadap pelayanan publik semakin kuat ketika ia dipercaya menjadi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangkalan. Dalam peran ini, Tajul terlibat langsung dalam menjaga kualitas demokrasi, memastikan proses pemilu berjalan jujur, adil, dan transparan.
“Menjadi bagian dari KPU adalah amanah besar. Demokrasi harus dijaga dengan integritas,” ujarnya.
Kepercayaan publik terhadap Tajul terus menguat. Pada tahun 2025, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangkalan periode 2025–2028 melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa. Seluruh cabang olahraga memberikan dukungan penuh, menandakan keyakinan terhadap kapasitas kepemimpinannya.
Di bawah kepemimpinannya, Tajul berkomitmen memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas manajemen organisasi olahraga, serta membuka ruang prestasi bagi generasi muda. Baginya, olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana membentuk karakter, disiplin, dan semangat juang.
Meski pernah mencoba dunia wirausaha, Tajul dengan jujur mengakui bahwa jalur tersebut bukanlah pilihan utamanya. Ia lebih memilih fokus pada pengabdian sosial dan penguatan kelembagaan. Sikap rendah hati inilah yang justru membuatnya semakin dihormati.
Dalam berbagai kesempatan, Tajul selalu menekankan pentingnya proses. Ia meyakini bahwa setiap langkah kecil yang dijalani dengan kesungguhan akan membentuk pribadi yang tangguh.
Kepada generasi muda, khususnya mahasiswa UNISMA, ia berpesan agar tidak mudah menyerah dan selalu menjaga hubungan dengan almamater.
“Teruslah belajar, tetap berproses, dan jangan pernah melupakan kampus yang membesarkan kita,” tuturnya.
Ia juga berharap UNISMA terus berkembang sebagai pusat keunggulan akademik dan pengkaderan pemimpin masa depan, sekaligus memperkuat jaringan alumni sebagai kekuatan sosial yang berdampak luas.
Bagi sesama alumni, Tajul mengajak untuk membangun solidaritas dan kepedulian.
“Yang sudah berhasil, jangan lupa membantu yang masih berjuang. Kita besar karena kebersamaan,” katanya.
Perjalanan hidup Tajul Anwar menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Ia lahir dari konsistensi, ketulusan, dan keberanian untuk terus belajar. Dari ruang kelas UNISMA hingga panggung kepemimpinan daerah, Tajul terus membawa nilai-nilai kampus: integritas, keilmuan, dan pengabdian.
Kiprahnya hari ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses panjang untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat, daerah, dan almamater tercinta. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Apa Reaksi Anda?