Dukung Iran di Piala Dunia, Keisuke Honda Kehilangan Iklan dari AS

Keisuke Honda mengaku kehilangan kontrak iklan di AS setelah mendukung Iran tampil di Piala Dunia 2026 di tengah konflik geopolitik dengan Amerika Serikat.

Maret 16, 2026 - 10:30
Dukung Iran di Piala Dunia, Keisuke Honda Kehilangan Iklan dari AS

JAKARTA Pernyataan mantan bintang timnas Jepang Keisuke Honda tentang partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 memicu konsekuensi yang tak terduga. Legenda sepak bola Jepang itu mengungkapkan bahwa sebuah perusahaan asal Amerika Serikat membatalkan kerja sama iklan dengannya setelah ia menyuarakan dukungan agar Iran tetap tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan format 48 tim, dan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, serta Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Namun, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran, posisi Iran sebagai salah satu peserta kini menjadi sorotan.

Pernyataan Honda yang Memicu Kontroversi

Melalui akun media sosial X pada Kamis (12/3/2026), Honda mengaku memahami bahwa isu tersebut sangat sensitif. Meski demikian, ia menegaskan pandangannya secara pribadi.

“Saya tahu ini sangat sensitif, tetapi secara pribadi saya ingin mereka tetap berpartisipasi di Piala Dunia,” tulis mantan gelandang serang berusia 39 tahun itu.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Menteri Olahraga Iran menyatakan negaranya kemungkinan tidak dapat mengikuti Piala Dunia. Pernyataan itu berkaitan dengan konflik yang terjadi setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang memicu eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Tak lama setelah unggahan tersebut, Honda menyampaikan kabar bahwa kontrak iklan dengan sebuah perusahaan Amerika yang rencananya dirilis menjelang Piala Dunia telah dihentikan.

“Tampaknya pernyataan saya membuat sebuah perusahaan AS membatalkan iklan yang hampir selesai difinalisasi untuk Piala Dunia,” tulisnya.

Ia bahkan menambahkan kritik keras terhadap keputusan tersebut.

“Kami tidak ingin berurusan dengan perusahaan yang mengabaikan esensi masalah dan membuat keputusan berdasarkan cara berpikir yang buruk,” ujarnya.

Iran Lolos Kualifikasi, tapi Statusnya Dipertanyakan

Secara olahraga, Iran sebenarnya sudah mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia. Namun situasi politik membuat partisipasi mereka berada dalam ketidakpastian.

Sebagian pertandingan fase grup Iran bahkan dijadwalkan berlangsung di wilayah Pantai Barat Amerika Serikat, yang semakin memperkuat sensitivitas isu keamanan dan diplomasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga sempat mengomentari keikutsertaan Iran. Dalam unggahan media sosialnya, ia menyatakan Iran secara teknis boleh tampil, tetapi menilai hal itu “tidak tepat” karena alasan keamanan.

Di sisi lain, akun resmi tim nasional Iran langsung merespons pernyataan tersebut. Mereka menegaskan bahwa keputusan terkait peserta Piala Dunia sepenuhnya berada di tangan FIFA, bukan negara tuan rumah.

“Piala Dunia adalah ajang internasional yang diatur oleh FIFA, bukan oleh negara mana pun,” tulis akun tersebut.

Sosok Honda dalam Sepak Bola Jepang

Di Jepang, Honda dikenal sebagai salah satu ikon sepak bola modern. Ia memperkuat tim nasional dari 2008 hingga 2018 dengan catatan 38 gol internasional dan tampil di tiga edisi Piala Dunia: 2010, 2014, dan 2018.

Ia juga menjadi pemain terbaik ketika Jepang menjuarai Piala Asia 2011. Sepanjang karier klubnya, Honda bermain di berbagai benua, termasuk di Eropa, Amerika Selatan, Australia, hingga Asia.

Setelah membela 11 klub di lima benua, Honda memutuskan pensiun pada 2024 dan mulai menekuni karier sebagai pelatih.

Kasus yang menimpanya menunjukkan bahwa di era sepak bola global, komentar seorang figur publik tidak lagi berdampak hanya pada lapangan hijau. Di tengah konflik geopolitik, bahkan pernyataan personal seorang mantan pemain dapat berimbas langsung pada kerja sama bisnis dan industri olahraga internasional. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow