Sukses Benahi Data Kemiskinan, Bupati Jember Sabet Penghargaan Penguat Demokrasi
Bupati Jember Muhammad Fawait dianugerahi penghargaan sebagai tokoh "Penguat Demokrasi" dalam kategori percepatan pembangunan untuk pengentasan kemiskinan.
JEMBER - Bupati Jember Muhammad Fawait dianugerahi penghargaan sebagai tokoh "Penguat Demokrasi" dalam kategori percepatan pembangunan untuk pengentasan kemiskinan.
Apresiasi ini diberikan bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-20 media Beritajatim.com yang digelar di Surabaya pada Selasa (21/4/2026).
Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam menangani masalah ekonomi warga.
Fawait dinilai sukses melakukan pembenahan basis data kemiskinan melalui proses verifikasi dan validasi langsung di lapangan sebagai landasan kebijakan yang akurat.
Menanggapi apresiasi tersebut, Fawait menegaskan bahwa pencapaian ini bukan milik pribadi.
Ia mendedikasikan penghargaan ini kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, yang telah bekerja keras menyisir data warga di tingkat akar rumput.
"Penghargaan ini saya persembahkan untuk para ASN yang sudah terjun langsung melakukan validasi data kemiskinan. Terima kasih atas sinergi lintas sektor yang telah memastikan data kita akurat," ungkapnya.
Menurut Fawait, keakuratan data adalah kunci utama.
Jika data yang dimiliki pemerintah benar, maka intervensi kebijakan yang dilakukan akan lebih efektif dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Bupati Jember ini menjelaskan bahwa menekan angka kemiskinan adalah misi krusial karena dampaknya yang merembet ke berbagai masalah sosial lainnya.
Ia menyoroti hubungan erat antara kemiskinan dengan angka stunting, fatalitas ibu dan bayi, hingga potensi kriminalitas.
Meskipun pada tahun 2025 Jember mencatatkan salah satu performa penurunan kemiskinan terbaik di wilayah Tapal Kuda dan Jawa Timur, Fawait merasa hasil tersebut belum maksimal.
Dia mengusung misi ambisius untuk menekan jumlah warga miskin absolut hingga di bawah angka 200.000 jiwa.
"Target ini ditetapkan guna mematahkan tren stagnasi kemiskinan di Jember yang selama satu dekade terakhir selalu bertahan di atas angka tersebut," bebernya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Jember telah menyusun peta jalan strategi yang komprehensif, meliputi fokus pada ketepatan penyaluran bantuan dan validitas data dan penguatan integrasi program antardinas dengan Pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada kemandirian ekonomi masyarakat.
"Saya bersama tim akan mencurahkan upaya maksimal demi mencapai target-target tersebut melalui strategi yang sudah kami siapkan secara matang," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?