Stabilkan Produktifitas Pertanian, Kementan Launching Smart Green House

Kementrian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  Pertanian (BPPSDMP) melaunching Smart Green House (SGH) di Balai Besar Pelatihan Pe ...

Juli 26, 2023 - 21:20
Stabilkan Produktifitas Pertanian, Kementan Launching Smart Green House

TIMESINDONESIA, MALANG – Kementrian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  Pertanian (BPPSDMP) melaunching Smart Green House (SGH) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Rabu (26/7/2023). SGH ini merupakan hasil kerjasama dengan Korea.

Kepala Badan PPSDMP Prof. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr mengatakan, air adalah faktor produksi yang sangat penting dalam pertanian. Sebagian besar pengairan irigasi di Indonesia berasal dari air hujan. Dengan adanya potensi El-nino dalam waktu dekat, air hujan bisa berkurang secara  signifikan. Dan hal ini bisa berpengaruh pada produksi pertanian. Sehingga harus ada aksi mitigasi dan adaptasi atas El-nino ini. Salah atau caranya melalui smart agriculture

Di dalam SGH, diterapkan konsep Korean Smart (K Smart) Agriculture. Secara ringkas, penerapan K Smart Agriculture ini bisa menghemat penggunaan air.

"Smart agriculture ini ya dia menggunakan fertigasi irigasi dengan fertilisasi. Fertilisasi itu pemupukan dengan irigasi digabung menjadi 1. Nah kemudian yang kedua menggunakan irigasi tetes drip irigasi. Jadi yang di irigasi itu hanya di reshuffle. Yang di sekitar akar tanaman doang," ucapnya.

Sehingga air yang diberikan kepada tanaman tersebut  tidak menguap dan tidak merembes ke mana-mana. "Jadi air yang diteteskan itu betul betul dimanfaatkan mendekati 100% oleh tanaman. Beda, misalkan dengan bukan smart farming misalnya di luar coba kita siram satu ember yang disedot oleh tanaman paling paling berapa? 1/4 ember belum tentu. 1/10 ember belum tentu. 5 persen bahkan mungkin. Tapi kalau di sini mendekati 100 persen artinya hemat air," imbuhnya.

Konsep ini, akan diajarkan kepada para para petani milenial dan penyuluh yang mengikuti  pelatihan sejuta petani dan penyuluh dengan tema pertanian ramah lingkungan,  yang diadakan di BBPP Ketindan, 26 - 28 Juli 2023.

"Ya tentu ini kan tidak bisa membalikkan tangan, ini perlu proses. Di sini pelatihan pendidikan edukasi utamanya bagi petani milenial bagi P4S. Bahwa caranya mengendalikan El-Nino tuh kayak begini, ini untuk jangka panjang," tuturnya.

Sedang untuk jangka pendeknya, lanjut Dedi, Kementan telah banyak mempunyai  program pertanian, yang bekerjasama dengan pemerintah provinsi, dan Kabupaten kota ada, untuk membuat embung, sodetan air dari sungai, dan sebagainya.

"Ada juga dengan bantuan benih benih, seperti  varietas umur genjah, jadi dia belum sempat kekeringan sudah panen. Ada juga pada varietas yang tahan terhadap kekeringan, misalnya inpago kalau padi atau misalkan ya kacang hijau atau misalnya kedelai. Walaupun kekeringan dia tetap tumbuh," kata dia.

Pihaknya berharap dengan adanya konsep smart Agriculture dan berbagai teknik pertanian yang ada, produksi pertanian bisa terus stabil, dalam segala kondisi iklim yang sedang terjadi. (Adv) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow