Siswa SDN Baleharjo Pacitan Simulasi Gempa, Siapkan Sekolah Tangguh Bencana

Siswa SDN Baleharjo, Pacitan, menjalani simulasi gempa bumi, Jumat (24/4/2026), sebagai bagian dari upaya menyiapkan sekolah tangguh bencana di tengah tingginya potensi gempa di wilayah pesisir selata

Mei 2, 2026 - 13:00
Siswa SDN Baleharjo Pacitan Simulasi Gempa, Siapkan Sekolah Tangguh Bencana

PACITAN - Siswa SDN Baleharjo, Pacitan, menjalani simulasi gempa bumi, Jumat (24/4/2026), sebagai bagian dari upaya menyiapkan sekolah tangguh bencana di tengah tingginya potensi gempa di wilayah pesisir selatan. Kegiatan yang dikemas dalam program Jumat Ceria itu menjadi langkah konkret membekali siswa dengan keterampilan penyelamatan diri sejak dini.

Mitigasi bencana dipilih bukan tanpa alasan. Secara geografis, Pacitan berada di kawasan rawan gempa karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan berada di jalur lempeng aktif yang berpotensi memicu gempa besar.

Sejak pagi, suasana sekolah berbeda dari biasanya. Para siswa mengikuti pembekalan singkat di kelas sebelum langsung diterjunkan ke simulasi lapangan. Saat sirine tanda bahaya dibunyikan, mereka bergerak cepat menjalankan prosedur evakuasi, mulai berlindung di bawah meja, melindungi kepala, hingga berlari tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Kepala SDN Baleharjo Suranto menyebut kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kebencanaan di lingkungan sekolah.

"Saya sangat bangga dengan siswa kami dalam pelaksanaan ‘Jumat Ceria’ kali ini. Mengingat daerah Kota Pacitan berdekatan dengan laut selatan yang berdiri di atas lempeng bumi, pemahaman tentang mitigasi adalah harga mati," ujarnya di sela kegiatan.

Menurut dia, pemahaman soal mitigasi tidak cukup hanya diberikan melalui teori di ruang kelas. Anak-anak harus dibiasakan menghadapi situasi darurat secara langsung agar mampu bertindak cepat tanpa panik ketika bencana benar-benar terjadi.

Pelaksanaan simulasi itu turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan. Tim BPBD memberikan materi teknis tentang karakteristik gempa bumi, potensi ancaman di wilayah pesisir, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa.

Kolaborasi tersebut, kata Suranto, menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan dukungan lintas sektor.

"Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak, termasuk dari BPBD Kabupaten Pacitan yang telah memberikan ilmu dan materinya. Tak lupa, apresiasi tinggi untuk bimbingan dari Bapak dan Ibu Guru pendamping yang memastikan kegiatan ini berjalan lancar dan edukatif," tambahnya.

Dalam simulasi itu, guru juga melakukan pendampingan ketat untuk memastikan seluruh siswa memahami prosedur evakuasi tanpa menimbulkan kepanikan. Setiap tahapan dijalankan layaknya kondisi darurat sesungguhnya agar respons siswa terbentuk secara alami.

Pihak sekolah berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala. Selain meningkatkan kesiapsiagaan, simulasi tersebut diharapkan mampu menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini.

Dengan langkah itu, SDN Baleharjo menargetkan diri menjadi salah satu pelopor sekolah aman bencana di Pacitan. Harapannya, siswa tak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan menghadapi situasi darurat yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow