Siswa Kabupaten Malang Disadarkan Isu Konsumerisme dan Pentingnya Solidaritas Global

Isu konsumerisme dan pentingnya solidaritas global perlu disosialisasikan sejak dini. Hal inilah yang membuat dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawi ...

Juli 14, 2023 - 22:50
Siswa Kabupaten Malang Disadarkan Isu Konsumerisme dan Pentingnya Solidaritas Global

TIMESINDONESIA, MALANG – Isu konsumerisme dan pentingnya solidaritas global perlu disosialisasikan sejak dini. Hal inilah yang membuat dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya melakukan workshop kepada siswa di Kabupaten Malang.

Workshop Peningkatan Kesadaran Terkait Isu Konsumerisme dan Solidaritas Global dalam Kerangka Global Citizenship Education (GCED) diinisiasi Yustika Citra Mahendra, S.Sos, M.A serta dua dosen lainnya, Reza Triarda, S. Sos., M.A dan Dian Mutmainah, SIP, MA.

Ada 50 peserta dari SMK Ma’arif NU 04 Pakis Kembar Kabupaten Malang yang berkesempatan mendapatkan materi menarik ini.

Defti Maulindra, S.Pd Wakil Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU 04 Pakis Kembar mengungkapkan materi ini penting untuk anak didiknya agar pemikiran mereka bisa lebih berkembang dan ke arah yang lebih global.

“Tentu kami ucapkan terima kasih kepada teman teman HI UB yang sudah bersedia melangsungkan acara ini,” ucapnya.

Sementara itu, Dosen HI UB yang juga inisiator kegiatan Yustika Citra Mahendra, S.Sos, M.A menjelaskan kegiatan ini penting dilakukan karena untuk meningkatkan dan mengembangkan kesadaran dan partisipasi global siswa sebagai global citizenship.

HI-UB.jpg

“Kami tidak hanya memberikan pemahaman terkait fenomena global, tetapi juga praktik sederhana mengenai isu konsumerisme dan solidaritas global. Format kegiatan workshop ini dirancang agar mudah diaplikasikan bagi para siswa,” tuturnya.

Menurut pria yang akrab disapa Mahe ini, dengan materi isu konsumerisme, siswa diajak untuk melihat dan mengamati fenomena konsumerisme dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya yaitu dengan mengingat kembali jumlah pakaian yang dimiliki dan seberapa sering penggunaannya.

“Sementara, untuk materi solidaritas global, siswa diajak untuk merefleksikan kembali kondisi pandemi Covid-19 dan bagaimana seluruh masyarakat dunia turut serta membantu menghadapi permasalahan tersebut,” paparnya.

Selama pemberian materi, kegiatan ini juga disisipkan pertanyaan-pertanyaan yang mampu mengajak siswa berpikir atas fenomena konsumerisme dan solidaritas global tersebut. Tak hanya itu, workshop ini juga menghadirkan roleplay game dengan mengajak siswa melakukan penggambaran dan kampanye sederhana atas kondisi global.

Roleplay game tersebut secara tidak langsung dapat menumbuhkan kesadaran siswa sebagai global citizenship,” sambung Mahe. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow