Pelayanan Lebaran, Dinkes Kabupaten Malang Siagakan 10 Posko Mudik dan Puskesmas

Strategi optimalisasi layanan selama lebaran ini mencakup penyiagaan faskes permanen dan posko darurat. Tercatat, sebanyak 39 Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Malang dan 3 RSUD tetap beroperasi

Maret 16, 2026 - 14:30
Pelayanan Lebaran, Dinkes Kabupaten Malang Siagakan 10 Posko Mudik dan Puskesmas

MALANG Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan optimalisasi layanan di seluruh lini untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan medis selama Lebaran 2026. 

Dia mengatakan, pos layanan berikut tenaga kesehatan disiagakan untuk mendukung sepenuhnya layanan kesehatan bagi masyarakat dan pemudik selama masa arus mudik dan arus balik libur lebaran.

"Kami ingin memastikan masyarakat atau yang mudik bisa merayakan Lebaran di Kabupaten Malang dengan alan. Siaga layanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama selama masa libur panjang Lebaran ini," ujar Wiyanto Wijoyo, Senin (16/3/2026).

Pihaknya sendiri telah mengeluarkan surat edaran jadual piket pelayanan kesehatan, sebagai bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026.

CDN Image

Dinkes meminta jajaran Rumah Sakit, Puskemas dan Klinik siaga dan menugaskan tim kesehatan berikut ambulans selama 13 haru aktif, terhitung mulai 11 sampai 25 Maret 2026.

Strategi optimalisasi layanan selama lebaran ini mencakup penyiagaan faskes permanen dan posko darurat. Tercatat, sebanyak 39 Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Malang dan 3 RSUD tetap beroperasi penuh untuk melayani masyarakat.

Di sisi lain, Dinkes juga memperkuat pengawasan di jalur-jalur rawan dengan mendirikan 10 Posko Layanan Kesehatan strategis. Langkah ini merupakan hasil kolaborasi dengan lintas sektor.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Malang, Bayu Hangga Wardhana menjelaskan, dalam operasionalnya, Dinkes bersinergi dengan personel dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, BPJS Kesehatan, hingga BPBD.

"Sesuai arahan, kami menyiagakan 10 posko yang terintegrasi dengan lintas sektor. Personel medis, ambulans, hingga obat-obatan sudah siap di titik-titik tersebut untuk menangani kondisi darurat bagi pemudik," jelas Bayu. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow