Sinergi Polbangtan Malang - BRMP NTB untuk Akselerasi Swasembada Pangan

Upaya percepatan swasembada pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang didukung oleh Polbangtan Malang.

Maret 3, 2026 - 11:00
Sinergi Polbangtan Malang - BRMP NTB untuk Akselerasi Swasembada Pangan

MATARAM Upaya percepatan swasembada pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus diperkuat melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) Pendamping Brigade Pangan Tahun 2025 dan Perumusan Strategi Pembentukan Brigade Pangan Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 2–4 Maret 2026 di Aula Mandalika, Kantor Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Politeknik Pembangunan Pertanian Malang dan BRMP NTB dalam rangka memperkuat kapasitas penyuluh sebagai ujung tombak penggerak Brigade Pangan (BP) di daerah. Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 50 penyuluh pendamping BP dari tujuh kabupaten (Bima, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Dompu), para Ketua Tim Kerja (Katimker), serta penyuluh pertanian Provinsi NTB.

Wakil Direktur III Polbangtan Malang, Dr. Hamyana, SST., M.Si, mewakili PJ Brigade Pangan NTB, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada pangan.

Kegiatan-ToT-Pendamping-Brigade-Pangan-bersama-Polbangtan-Malang-b.jpg

“Polbangtan Malang merupakan bagian dari subsistem penguatan sumber daya manusia pertanian. Untuk mewujudkan swasembada pangan di NTB, sinergi dan kolaborasi komunikasi antara Polbangtan, BRMP, para Katimker, penyuluh kabupaten, hingga seluruh pemangku kepentingan adalah mutlak diperlukan. Melalui TOT ini, kami berharap para pendamping segera menyusun rencana tindak lanjut dan mengakselerasi Bimtek di wilayah masing-masing,” tegas Hamyana.

Ia juga menekankan bahwa Brigade Pangan harus tumbuh sebagai kelembagaan yang mandiri, adaptif, dan berorientasi usaha, bukan sekadar kelompok penerima bantuan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala BRMP NTB, Hendro Cahyono. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa Brigade Pangan merupakan bagian dari ekosistem perubahan menuju pertanian modern.

“Kita tidak sedang membentuk kelompok yang menunggu bantuan, tetapi membangun ekosistem pertanian yang produktif dan berdaya saing. Tantangan penyuluh adalah mengarahkan Brigade Pangan ini ke tahap berikutnya—lebih profesional, lebih mandiri, dan lebih berdampak terhadap peningkatan produksi. BRMP NTB bersama Polbangtan Malang akan terus bergerak bersama untuk memastikan penguatan ini berjalan berkelanjutan,” ujar Hendro Cahyono.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi komprehensif meliputi kebijakan pembangunan pertanian NTB, motivasi dan karakter Brigade Pangan, kolaborasi multi-stakeholder, penumbuhan dan operasional BP, tata kelola kelembagaan, literasi dan inklusi keuangan, manajemen usaha tani, hingga mitigasi risiko. Kegiatan ini juga menghasilkan rumusan strategi pembentukan Brigade Pangan Tahun 2026 beserta rencana tindak lanjut (RTL) di masing-masing kabupaten.

Kegiatan-ToT-Pendamping-Brigade-Pangan-bersama-Polbangtan-Malang-c.jpg

Turut hadir dalam kegiatan ini Perwakilan PJ LTT Provinsi NTB dari Direktorat Aneka Kacang dan Umbi yang diwakili oleh Bapak Catur Setiawan, serta Kepala Balai Pelatihan Pertanian, M. Decky Iskandar, yang memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas penyuluh dan kelembagaan Brigade Pangan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow