Sidak Puskesmas, Bupati Jember: Aula dan Kantor Kepala jangan Lebih Bagus dari Kamar Pasien

Dalam rangkaian program Bunga Desaku, Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Mumbulsari, Jember, Selasa (7/4/2026).

April 7, 2026 - 15:30
Sidak Puskesmas, Bupati Jember: Aula dan Kantor Kepala jangan Lebih Bagus dari Kamar Pasien

JEMBER Dalam rangkaian program Bunga Desaku, Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Mumbulsari, Jember, Selasa (7/4/2026).

Sidak ini bertujuan untuk memastikan fasilitas kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat dalam kondisi prima.

Fawait menegaskan komitmennya di era "Jember Baru, Jember Maju" agar tidak ada lagi fasilitas kesehatan yang melayani masyarakat dengan kualitas rendah.

Ia memberikan perhatian khusus pada dua poin utama yakni kualitas pelayanan dan kelayakan infrastruktur.

Dalam arahannya, Fawait memberikan sentilan keras terkait penataan fasilitas di puskesmas.

Ia meminta agar ruang perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap, menjadi prioritas utama keindahan dan kenyamanannya.

"Saya tidak mau lagi ruangan aula lebih baik dibanding ruang pasien. Saya tidak mau ruang Kepala Puskesmas lebih bagus dari ruang pasien. Boleh aula bagus, boleh ruang kepala bagus, tapi ruang rawat pasien harus jauh lebih bagus lagi," tegas Fawait.

Selain infrastruktur, Fawait menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi di Jember.

Ia menginstruksikan Kepala Puskesmas beserta jajaran untuk bertindak cepat dalam menangani pasien dengan indikasi risiko tinggi.

"Kami meminta agar prosedur rujukan ke rumah sakit pemerintah dipermudah tanpa birokrasi yang berbelit-belit. Kami mengaku telah berkoordinasi dengan tiga direktur rumah sakit pemerintah untuk menjamin penanganan rujukan yang cepat dan tepat guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di masa depan," ungkapnya.

Didampingi oleh Pak Sis, anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra, Fawait juga membahas potensi pendapatan puskesmas pasca penerapan Universal Health Coverage (UHC).

Sebagai figur dengan latar belakang ekonomi, ia menyarankan agar pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diputar kembali secara optimal untuk peningkatan fasilitas puskesmas itu sendiri.

"Pendapatan BLUD ini harus digunakan untuk perbaikan fasilitas di puskesmas lagi. Dengan adanya UHC, potensi pendapatan pasti meningkat, dan itu harus dikonversi menjadi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow