Sering Terjadi Kecelakaan, Warga Pagedongan Banjarnegara Minta Jalan Ambles Segera Diperbaiki
Warga Pagedongan, Banjarnegara, mendesak perbaikan sedikitnya lima titik jalan ambles di ruas Pasar Wage–Kebumen yang kerap sebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara luar kota.
BANJARNEGARA - Warga dan sejumlah tokoh masyarakat Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, meminta pemerintah segera melakukan pembenahan beberapa titik jalan ambles di ruas jalan Pasar Wage - Kebumen karena sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan pengamatan TIMES Indonesia di lapangan, sedikitnya ada lima titik jalan ambles di ruas jalan tersebut, yakni ruas jalan di Dukuh Deres dan Karangtengah Desa Kebutuh Jurang, Dukuh Blimbing dan Jatisari Desa Kebutuh Duwur, sekitar SD Negeri 2 Kebutuh Duwur dan di Dukuh Watubelah Desa Pagedongan.
Jalan ambles diperkirakan sudah terjadi cukup lama, bahkan salah satu lokasi ambles berada tepat di turunan tajam dan tidak terlihat sehingga sering menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor asal luar kota Banjarnegara.
"Sebenarnya jalan ambles ini terjadi sudah cukup lama. Karena tidak segera dibenahi sehingga ambles semakin dalam, rata - rata sudah lebih dari 30 Cm. Karena patahan tidak begitu jelas, sehingga sering menyebabkan kecelakaan," ujar Khatam dan Nanang tokoh masyarakat Kebutuhjurang.
Plt Kepala Dinas PUPR Banjarnegara Izak Danial Aloys S.STP MSi. (FOTO: Muchlas Hamidi/TIMES Indonesia)
Bahkan jalan ambles di sekitar SD Negeri 2 Kebutuh Duwur terjadi 4 tahun silam. "Panjang jalan yang ambles di sini mencapai 100 meteran dan sangat membahayakan, selain bergelombang juga pecah - pecah sehingga terancam putus," imbuh Khatam.
Hal ini juga dibenarkan oleh Maulidun, Kaur Pembangunan Desa Kebutuh Duwur dan Kades Kebutuh Jurang, Sujarwo. "Sebenarnya kerusakan jalan di sekitar sekolah tersebut sudah pernah diperbaiki setahun lalu, namun jalan tersebut terus bergerak karena kondisi tanah labil," tandas Maulidun.
Keduanya dan warga berharap ruas jalan yang ambles tersebut segera diperbaiki untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah dan utamanya untuk memberikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
"Kami sudah berkali - kali mendapat laporan, terjadi kecelakaan tunggal di titik - titik ruas jalan yang ambles tersebut. Mereka kebanyakan warga luar kota yang belum mengetahui jalan ambles tersebut," Sujarwo menegaskan.
Sujarwo lalu menyampaikan, belum lama ini warga Purbalingga mengalami patah tulang akibat terjatuh saat melewati jalan ambles di Dukuh Blimbing.
Salah pegawai di Kantor Kecamatan Pagedongan, Ipung mengaku sering menolong orang yang terjatuh dari sepeda motor. "Kebetulan rumah saya dekat dengan titik yang rawan kecelakaan tersebut," katanya
Ruas jalan di daerah Perbatasan Kebutuh Duhur dan Kebutuh Jurang tepatnya di Kampung Karangtengah misalkan, jalanan turun naik ini tampak mulus, padahal ada ruas jalan yang ambles sepanjang 10 meter dan ambles 30 Cm.
"Bagi yang paham medan pasti akan memperlambat kendaraannya, sebaliknya bagi yang tidak paham, pasti tetap kencang. Saya pernah menolong warga Desa Sokayasa Banjarnegara, korban berboncengan dengan istrinya mengalami kecelakaan disini hingga mesin motor pecah," kata Ipung.
Plt Kepala Dinas PUPR Banjarnegara Izak Danial Aloys S.STP MSi saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Jumat (12/6/2026) menjelaskan, pihaknya akan menyampaikan keluhan masyarakat termasuk kerusakan jalan tersebut kepada stakeholder terkait mengingat ruas jalan tersebut milik provinsi.
"Nanti, informasi dari masyarakat akan kita tinjau, ketika itu menjadi kewenangan kami, maka diupayakan untuk melakukan pemeliharaan. Dan jika itu menjadi kewenangan dinas yang lebih tinggi, tentu akan kami koordinasikan bersama teman teman di PUPR Banjarnegara," imbuh Izak Danial Aloys. (*)
Apa Reaksi Anda?